BREAKING NEWS
 

Perintah Presiden

Harga Beras, Daging, Minyak, Gula Harus Turun Selama Ramadan

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : ADITYA NUGROHO
Sabtu, 22 Februari 2025 08:07 WIB
Pedagang menata jualannya di kios Pasar Pondok Labu, Jakarta. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

 Sebelumnya 
"Bapak Menteri Pertanian sudah menyampaikan bahwa ini adalah perintah langsung dari Presiden untuk menstabilkan sekaligus menurunkan harga pangan," ujarnya.

Untuk merealisasikan rencana terse­but, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah memimpin Rapat Koor­dinasi Terbatas di Kementerian Perta­nian, Jakarta, pada Rabu (19/2/2025). Rapat ini melibatkan Kementerian Perdagangan, BUMN pangan, serta berbagai asosiasi di sektor pangan guna memastikan langkah-langkah intervensi harga berjalan efektif.

"Kami ingin bulan puasa, Ramadan sampai Lebaran, masyarakat mendapat­kan harga yang baik, harga yang wajar, harga yang sesuai dengan yang sudah diatur pemerintah," tutur Arief.

Baca juga : Uang Kuliah Tak Naik, Beasiswa Jalan Terus

Lebih lanjut, Arief menuturkan, operasi pasar akan dilaksanakan setiap hari sejak 24 Februari sampai akhir Maret 2025. Unsur-unsur yang terlibat antara lain dinas pangan, dinas perdagangan, dan dinas pertanian di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota serta Kantor Badan Standardisasi In­strumen Pertanian (BSIP) Kementan yang ada di 34 provinsi.

Sementara BUMN yang terlibat antara lain Perum Bulog, ID FOOD ditambah PT Pos Indonesia yang memi­liki jaringan 4.500 kantor se-Indonesia. Selain itu juga akan didukung oleh jaringan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), PT Charoen Pok­phand Indonesia, dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk serta 452 Kios Pangan di 31 provinsi dan 102 kabupaten/kota.

Terkait itu, pemerintah telah mene­tapkan target kuantitas pangan pokok strategis yang akan digelontorkan dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) Ramadan tahun ini. Untuk minyak goreng MinyaKita sebanyak 70 ribu kiloliter dengan pembagian Bulog 50 ribu kiloliter dan 20 ribu ton disalurkan oleh ID FOOD. Gula konsumsi akan didistribusikan sebanyak 50 ribu ton, PTPN 43 ribu dan ID FOOD 7 ribu ton.

Baca juga : Eddy Soeparno: Subsidi Bentuknya BLT Untuk Yang Berhak

Sementara bawang putih sebanyak 20 ribu ton akan dimassifkan oleh 21 pelaku usaha. Untuk daging kerbau beku total 19 ribu ton dari PT Berdi­kari 10 ribu ton dan PT PPI 9 ribu ton. Terakhir, beras sebanyak 100 ribu ton akan didistribusikan Bulog di seluruh Indonesia. Dengan itu, secara keselu­ruhan total targetnya menjadi 189 ribu ton dalam bentuk gula, bawang putih, daging kerbau beku, beras, ditambah Minyakita 70 ribu kiloliter.

Untuk pengawasan, tambah Arief, Satgas Pangan Polri diharapkan dapat menertibkan agar harga pangan dalam operasi pasar tersebut dapat sesuai dengan yang telah ditetapkan. "Tidak boleh ada harga yang lebih tinggi dari­pada harga acuan. Harga petani dan peternak pun tidak boleh terganggu dengan GPM ini. Kita pastikan itu bersama-sama," imbuh Arief.

Sementara itu, Kementerian Perda­gangan mengungkap strategi dalam menstabilkan minyak goreng Min­yakita sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter saat momentum puasa dan Lebaran 2025. Salah satunya dengan meng­gelar operasi pasar.

Baca juga : Bambang Hariyadi: Mekanisme Subsidi Harus Disetujui DPR

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan, pihaknya akan kegiatan operasi pasar di pasar pantauan seluruh wilayah Indonesia. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense