Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Lagi Antre Perizinan Di OJK
Wow, Banyak Perusahaan Tertarik Bisnis Bank Emas
Sabtu, 22 Februari 2025 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Banyak perusahaan tertarik mengembangkan bisnis bank emas (Bank Bulion/Bullion Bank). Hal tersebut tercermin dari banyaknya permohonan perizinan usaha Bank Bulion yang diajukan pelaku usaha keuangan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Setelah PT Pegadaian (Persero) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI yang mengantongi izin bisnis Bank Emas, perusahaan peminat bisnis itu terus berdatangan ke OJK.
Deputi Komisioner Pengawas Bank Pemerintah dan Syariah OJK Defri Andri menjelaskan, semua akan diumumkan saat peluncuran Bullion Bank oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Untuk yang lain dalam proses. (Peluncurannya) tanggal 26 Februari 2025, lihat saja nanti,” kata Defri di Gedung Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (17/2/2025).
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman menambahkan, dalam mengembangkan Bank Bulion di Indonesia, OJK telah menyusun roadmap Kegiatan Usaha Bulion (KUBL), yang ditargetkan akan selesai pada Agustus 2025.
“OJK sedang melaksanakan serangkaian Forum Group Discussion (FGD) dengan berbagai pemangku kepentingan, untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam rangka penyusunan Roadmap KUBL,” jelas Agusman di Jakarta, kemarin.
Indonesia saat ini menduduki peringkat keenam sebagai negara dengan cadangan emas terbesar yang mencapai 2.600 ton.
Dari data US (United States) Geological Survey, Indonesia menduduki peringkat kedelapan sebagai negara penghasil emas terbesar, dengan produksi tahunan mencapai 110 ton pada 2023.
OJK memandang, usaha Bank Emas atau Bank Bulion dapat meningkatkan likuiditas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil.
Baca juga : Kinerja Ekspor Melesat, Ekonomi Kita Menggeliat
“Dan dapat berperan sebagai enabler dalam menjembatani keseimbangan antara pasokan dan permintaan emas di Indonesia,” katanya.
Meski begitu diakui Agusman, kegiatan usaha bulion oleh lembaga jasa keuangan menghadapi beberapa tantangan.
“Antara lain pemenuhan kelengkapan ekosistem bulion, serta pemetaan profil risiko, mengingat kegiatan usaha ini masih terbilang baru,” ucapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, OJK telah menerbitkan Peraturan OJK (POJK) 17/2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion, yang memberikan pedoman bagi LJK (Lembaga Jasa Keuangan) dalam melaksanakan kegiatan usaha bulion dengan aman, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Terpisah, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah bertemu dengan Presiden Prabowo membahas tentang usaha Bullion Services atau Bank Emas.
Menurut Erick, kehadiran Bank Emas akan semakin memperkuat ekosistem hilirisasi emas di Indonesia dan memberikan manfaat untuk negara dan masyarakat.
“Adanya Bank Emas di Indonesia, masyarakat bisa melakukan transaksi. Seperti penitipan emas, perdagangan emas, simpanan emas dan pembiayaan emas,” tulis Erick yang dikutip dari akun Instagram-nya @erickthohir, Selasa (18/2/2025).
Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) ini menegaskan, dari sisi ekonomi, Bank Bulion berpotensi meningkatkan PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia sebesar Rp 245 triliun. Serta berpotensi menciptakan sekitar 800 ribu lapangan kerja.
“BUMN melalui Pegadaian dan BSI menjadi pelopor Bank Emas di Indonesia, yang akan segera diresmikan oleh Presiden Prabowo,” pungkasnya.
Baca juga : Gelar Pesta Mewah Ultah Putrinya
Hingga kini, terdapat dua Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang telah memperoleh izin menjalankan kegiatan usaha Bank Emas dari OJK. Yaitu Pegadaian per 23 Desember 2024 dan BSI per 12 Februari 2025.
Bisnis Moncer
Tercatat hingga Januari 2025, produk Deposito Emas Pegadaian menjadi produk yang paling diminati masyarakat. Terutama sejak Pegadaian didapuk menjadi pelopor bank bulion.
“Deposito emas kami mencetak rekor lebih dari 200 kilogram (kg), semenjak produk tersebut launching di Aplikasi Pegadaian Digital pada Januari lalu,” ucap Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Elvi Rofiqotul Hidayah, Jumat (21/2/2025).
Elvi menegaskan, upaya tersebut sejalan dengan misi dan program Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran. Khususnya, dalam sektor hilirisasi dan industrialisasi.
Pihaknya bersyukur, kegiatan usaha bulion Pegadaian disambut baik oleh masyarakat Indonesia.
“Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan usaha dan layanan terbaik untuk nasabah. Terutama dalam berinvestasi emas,” ujarnya.
Sementara BSI, pasca mengantongi izin bisnis Bank Emas (bank bulion), saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dengan kode saham BRIS tumbuh 0,99 persen ke level Rp 3.070 pada penutupan perdagangan Selasa (18/2/2025).
Pencapaian ini mencatatkan kenaikan year to date (ytd) sebesar 12,45 persen dan naik 4,78 persen sepanjang Februari 2024, tertinggi dibandingkan saham perbankan lainnya.
Baca juga : Sambutan Pertama sebagai Gubernur, Pram: Jakarta Masih DKI
Head of Investor Relation BSI Rizky Budinanda menyampaikan, kenaikan harga saham BRIS sejalan dengan inflow dari investor asing sebesar Rp 317 miliar sepanjang 2025.
“Ekspektasi kinerja positif perseroan didorong oleh diterbitkan perluasan bisnis BSI oleh regulator, yakni bullion bank,” ujar Rizky dalam keterangan resmi, kemarin.
Secara bisnis, BSI menunjukkan kinerja yang sangat positif sepanjang 2024. Bahkan bisnis BSI terdorong oleh antusiasme nasabah kaum muda yang tinggi dalam berinvestasi emas.
Tercatat, bisnis emas perseroan tercatat naik 78,18 persen secara tahunan. Produk cicil emas menjadi primadona, dengan lonjakan pembiayaan sebesar 177,42 persen secara yoy ke angka Rp 6,4 triliun.
Selain cicil emas, bisnis gadai emas BSI juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pertumbuhannya mencapai sekitar 31,3 persen secara tahunan ke angka Rp 6,4 triliun pada 2024.
Kualitas pembiayaan bisnis emas ini pun sangat sehat dengan NPF (Non Performing Financing) nyaris nol persen.
Terlebih kenaikan harga emas sangat terjaga dan signifikan, contohnya seperti pada tahun lalu yang mencapai 32,4 persen.
“Adanya perluasan bisnis ini diharapkan menjadi peluang baru bagi BSI, untuk diversifikasi produk emas,” tutup Rizky.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya