BREAKING NEWS
 

Inovatif Dan Inklusif, BSI Perkuat Kualitas DPK

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Senin, 24 Februari 2025 13:17 WIB
BSI fokus memperkuat kualitas Dana Pihak Ketiga (DPK) untuk menjaga resiliensi dan pertumbuhan yang berkelanjutan. (Foto: Dok. BSI,)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengaku terus fokus memperkuat kualitas Dana Pihak Ketiga (DPK) untuk menjaga resiliensi dan pertumbuhan yang berkelanjutan melalui pelayanan yang lebih inovatif dan inklusif. 

Di tengah ketatnya kompetisi likuiditas sektor perbankan, BSI mencatat pertumbuhan DPK sebesar 11,46 persen menjadi Rp 327,45 triliun. 

Pencapaian ini ditopang oleh dana murah (CASA) yang mencapai rasio 60,12 persen dari total DPK. Sepanjang 2024, Current Account Saving Account (CASA) BSI mencapai Rp 196,87 triliun atau naik 10,65 persen yoy. 

Tercatat, DPK BSI dari produk-produk tabungan mencapai Rp. 140,53 triliun, disusul deposito Rp 130,58 triliun, dan giro Rp 56,34 triliun.

Baca juga : Komdigi Dan BSSN Perkuat Keamanan Siber

“Pengelolaan DPK yang tepat memberikan dampak positif pada penurunan beban bagi hasil,” ucap Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/2/2025).

Ke depannya, tegas Hery, BSI akan terus memperkokoh komposisi dana murah melalui berbagai inovasi dengan produk dan layanan yang kian inklusif.

“Alhamdulillah DPK BSI terus bertumbuh dengan kualitas yang semakin membaik setiap tahunnya. Kami optimis hal ini akan terus berlanjut karena market ekonomi syariah di Indonesia masih sangat besar,” katanya. 

Adsense

Untuk itu, BSI harus terus berinovasi untuk menghadirkan layanan dan pilihan produk yang inklusif bagi seluruh masyarakat.

Baca juga : Inter Milan Vs Genoa, Mari Bung, Rebut Kembali!

Dibandingkan industri nasional maupun syariah, per November 2024, BSI berada di posisi lima bank terbesar di Indonesia pada komposisi tabungan.

Total tabungan mencapai Rp 140,53 triliun. Capaian itu tumbuh sebesar 12,67 persen year on year

Hery melanjutkan, peningkatan DPK BSI ini sejalan dengan pertumbuhan bisnis. Bahkan, industri perbankan syariah dapat tumbuh lebih baik di sepanjang 2024.

Pertumbuhan DPK perbankan syariah tumbuh sebesar 12,84 persen secara yoy, dibandingkan dengan perbankan nasional yang hanya tumbuh sekitar 7,54 persen yoy.

Baca juga : JCB Indonesia Beri Penghargaan kepada Mitra Bisnis, Perkuat Pertumbuhan Digital

“Kami yakin, pertumbuhan DPK akan tumbuh baik di tahun ini. Dengan strategi ekspansi yang terarah dan inovasi digital, kami siap menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan ke depan,” ucap Hery. 

Tak hanya itu, seiring dengan terbitnya izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjalankan bisnis bulion atau bank emas akan menjadi momentum besar bagi peningkatan kinerja BSI ke depannya. 

Menurut Hery, kehadiran bulion bank akan memperluas ekosistem keuangan syariah yang lebih modern dan inovatif. Di mana BSI ingin menciptakan ekosistem keuangan syariah yang luas dan berkelanjutan. 

“Dengan hadirnya bulion bank, kami optimis bisnis emas dapat terus tumbuh dan menjadi pilar utama dalam mendukung pertumbuhan kinerja BSI ke depan,” pungkas Hery.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense