Dark/Light Mode

Efisiensi Dana BOS Madrasah Jangan Kurangi Kualitas Pendidikan

Senin, 17 Februari 2025 19:37 WIB
Presiden Prabowo dan Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina. (Foto: Ist)
Presiden Prabowo dan Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina menyoroti upaya pemotongan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Madrasah seperti yang tertuang dalam Surat Edaran Dirjen Pendis Nomor: B-135/DJ.I/KU.00.2/2025 dilakukan.

Menurutnya, pendidikan adalah pondasi utama dalam membangun bangsa yang maju, mandiri, dan berkeadilan. Tidak ada satu pun anak bangsa yang boleh tertinggal dalam mendapatkan akses pendidikan yang layak, termasuk mereka yang menempuh pendidikan di madrasah.

Baca juga : Diduga Gelapkan Dana Perusahaan Saudi di Indonesia, 2 WNA Asal India Dipolisikan

Selly menilai, madrasah bukan hanya sekadar institusi pendidikan, tetapi juga menjadi benteng moral yang selama ini berperan dalam membentuk karakter dan jati diri bangsa.

“Pemotongan ini berdampak drastis bagi anggaran dari semula Rp950 ribu menjadi Rp500 ribu untuk Madrasah Ibtidaiyah, dari Rp1,2 juta menjadi Rp600 ribu untuk Madrasah Tsanawiyah, serta dari Rp1,5 juta menjadi Rp700 ribu untuk Madrasah Aliyah," tegas Selly dalam keterangannya, Senin (17/2/2025).

Baca juga : Soal Efisiensi Anggaran, Sri Mul Luruskan Kesimpangsiuran

Terlebih, lanjutnya, pemotongan ini hanya terjadi pada madrasah, sementara sekolah-sekolah umum di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi tetap mendapatkan dana BOS seperti biasa.

Meski demikian, Selly Andriany Gantina mendukung program Presiden Prabowo, termasuk efisiensi anggaran. Ia memahami langkah Presiden merupakan bagian dari kebijakan fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi negara. 

Baca juga : Ekonom: Efisiensi APBN Bentuk Kesadaran Kesehatan Perekonomian Negara

Karenanya ia meminta Kementerian dan Lembaga lainnya untuk selaras dengan kebijakan ini. Termasuk tidak mengorbankan sektor pendidikan, terlebih madrasah yang menjadi pilihan utama bagi banyak anak bangsa, terutama di daerah-daerah terpencil. 

“Pemotongan dana BOS dalam jumlah yang signifikan tentu akan berdampak pada operasional madrasah, mulai dari keterbatasan fasilitas, berkurangnya kesejahteraan tenaga pendidik, hingga menurunnya kualitas pembelajaran yang pada akhirnya akan merugikan peserta didik itu sendiri,” jelasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.