BREAKING NEWS
 

Transformasi Industri Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 27 Februari 2025 22:08 WIB
Guru Besar Universitas Paramadina, Prof. Ahmad Badawi Saluy. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tantangan ke depan Indonesia adalah meningkatkan daya saing industri manufaktur dengan beralih dari industri berbasis sumber daya alam ke industri berbasis teknologi tinggi. 

Menurut Guru Besar Universitas Paramadina, Prof. Ahmad Badawi Saluy, saat ini struktur industri pengolahan masih berbasis sumber daya alam (resource-based). Data menunjukkan bahwa 47,4 persen industri Indonesia masih bergantung pada sumber daya alam. Sementara itu, industri low-tech hanya 23,9 persen, medium-tech 24,2 persen, dan high-tech hanya 4,5 persen.

Adsense

Baca juga : Lestari Moerdijat: Afirmasi Dan Edukasi Kunci Sukses Perempuan Di Dunia Politik

Sebagai perbandingan, Malaysia memiliki high-tech industry sebesar 43,2 persen, Vietnam 41,1 persen, dan Thailand 19,4 persen. 

Dari sisi ketenagakerjaan, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan 28,18 persen. Disusul oleh sektor perdagangan besar dan eceran (18,89 persen) serta industri pengolahan (13,83 persen).

Baca juga : Sambut Danantara, Bank Mandiri Dukung Konsolidasi BUMN Dukung Pertumbuhan Ekonomi

“Jika tidak ada perubahan signifikan dalam strategi industri nasional, Indonesia berisiko tertinggal dari negara-negara tetangga,” ujarnya dalam diskusi “Mustahil Tumbuh 8% Tanpa Industri yang Kuat” di Jakarta, Kamis (27/2/2025).

Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pemerintah menargetkan kontribusi industri manufaktur terhadap PDB meningkat menjadi 20,8 persen pada 2025, dengan pertumbuhan sektor manufaktur di kisaran 5,5–6,2 persen.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense