BREAKING NEWS
 

PwC Indonesia: Pasar Karbon Kunci Capai Target Emisi dan Pertumbuhan Ekonomi

Reporter & Editor :
FAZRY
Jumat, 14 Maret 2025 10:23 WIB
Ilustrasi.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasar karbon menjadi instrumen penting dalam upaya global mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK), termasuk bagi Indonesia yang berperan kunci dalam solusi iklim dunia.

Dalam laporan terbarunya, Indonesia Carbon White Paper, PwC Indonesia menyoroti bagaimana pengembangan pasar karbon dapat mendukung pencapaian target Nationally Determined Contributions (NDCs) serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut laporan yang disusun bersama Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA), Indonesia menargetkan pengurangan emisi sebesar 915 juta ton CO₂ per tahun pada 2030, namun hingga 2022 baru mencapai 429 juta ton.

Untuk mencapai target ini, diperlukan pendanaan sekitar 281,23 miliar dolar AS, jumlah yang jauh melebihi kapasitas anggaran negara.

Baca juga : Lenovo Indonesia Donasikan Ratusan Laptop dan Ribuan Paket Sembako di Jadetabek

Namun, rendahnya harga karbon saat ini serta mekanisme pasar karbon yang masih berkembang menjadi tantangan utama dalam mencapai pengurangan emisi yang optimal.

Laporan ini menguraikan strategi untuk menjembatani kesenjangan finansial dan meningkatkan efektivitas pasar karbon di Indonesia.

Partner & Sustainability Leader PwC Indonesia Yuliana Sudjojono, menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam pasar karbon global.

Adsense

“Dengan mengembangkan kerangka Pengukuran, Pelaporan, dan Verifikasi (Monitoring, Reporting, and Verification/MRV) yang diakui secara internasional serta menyelaraskan metodologi proyek karbon dengan standar global, Indonesia dapat meningkatkan kredibilitas kredit karbonnya dan memperlancar ekspor internasional,” jelas Yuliana dalam keterangan tertulis, Jumat (14/3).

Baca juga : Indonesia Emas 2045 di Depan Mata, Mendagri: Kuncinya Sinergi dan Inovasi!

Laporan ini juga menyoroti pentingnya meningkatkan transparansi informasi proyek dalam Sistem Registri Nasional-Pengendalian Perubahan Iklim (SRN-PPI).

Penyediaan data proyek yang lebih komprehensif, sebagaimana yang diterapkan dalam registri internasional, dapat meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan dan menarik lebih banyak investor global.

Selain itu, panduan akuntansi dan perpajakan yang jelas untuk transaksi kredit karbon diperlukan guna memastikan pengukuran dan pelaporan yang lebih konsisten.

Pemanfaatan Teknologi untuk Penguatan Pasar Karbon

Untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pasar karbon, laporan ini merekomendasikan pemanfaatan teknologi blockchain dalam pencatatan data dan analisis real-time guna memperkuat sistem registri SRN-PPI.

Baca juga : RSM Indonesia: ESG dan Keberlanjutan, Kunci Resilience dan Daya Saing Perusahaan

Dengan teknologi ini, pelacakan dan verifikasi kredit karbon dapat dilakukan secara lebih akurat dan efisien. 

Yuliana menegaskan bahwa dukungan regulasi yang jelas dan transparansi yang lebih tinggi akan menarik lebih banyak investor internasional, serta memastikan keberlanjutan jangka panjang pasar karbon di Indonesia.

"Dengan kebijakan yang tepat dan transparansi yang ditingkatkan, Indonesia dapat memimpin dalam pasar karbon global dan berkontribusi signifikan terhadap mitigasi perubahan iklim dunia," tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense