BREAKING NEWS
 

IHSG Anjlok, Perdagangan Bursa Distop 30 Menit

Tenang, Ekonomi Kita Masih Kuat

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : ADITYA NUGROHO
Rabu, 19 Maret 2025 08:20 WIB
Pekerja melintasi tampilan layar pergerakaan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)

 Sebelumnya 
Airlangga juga menegaskan, meski IHSG anjlok, kondisi ekonomi Indonesia masih kokoh dan tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

Sore harinya, Sri Mulyani memberikan keterangan pers di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta. Ia didampingi dua Wamenkeu, yaitu Tommy Djiwandono dan Suahasil Nazara.

Kepada wartawan, Sri Mulyani melaporkan perkembangan positif terkait pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Ia menegaskan, Pemerintah tetap menjaga postur APBN dengan defisit sebesar 2,53 persen. “Angka ini akan terus kami jaga,” ujar Sri Mulyani.

Baca juga : Bicara Korupsi Bank BJB, RK Bantah Punya Deposito Rp 70 M

Ia kemudian memaparkan penerimaan pajak yang menunjukkan tren positif pada Maret 2025. Hingga 17 Maret, penerimaan bruto tumbuh 6,6 persen, berbalik dari posisi akhir Februari yang sempat negatif 3,8 persen.

“Dalam kurun waktu 1–17 Maret, penerimaan bruto mengalami turnaround dari negatif menjadi positif. Ini sekaligus untuk menenangkan kekhawatiran media maupun pasar terkait penerimaan negara,” jelasnya.

Sri Mulyani menambahkan, angka negatif pada Februari disebabkan oleh restitusi pajak besar yang bersifat tidak berulang. Karena itu, kondisi tersebut tidak mencerminkan tren jangka panjang.

Baca juga : 544 WNI Yang Alami Kekerasan Di Myanmar Berhasil Dipulangkan

Di tengah dinamika pasar saham yang bergejolak, Sri Mulyani juga menjelaskan bahwa Pemerintah berhasil mencatatkan hasil positif dalam lelang Surat Berharga Negara (SBN) yang digelar pada hari yang sama. Penawaran yang masuk (incoming bid) mencapai Rp 61,75 triliun, atau 2,38 kali lipat dari target indikatif sebesar Rp 26 triliun.

“Dari total incoming bid tersebut, penawaran dari investor asing mencapai Rp 13,95 triliun, atau sekitar 22,59 persen. Ini menunjukkan kepercayaan tinggi investor asing terhadap stabilitas ekonomi dan pengelolaan fiskal kita,” paparnya.

Dengan banyaknya penawaran, Pemerintah dapat memilih penawaran terbaik. Total penawaran yang dimenangkan (awarded bid) mencapai Rp 28 triliun, melebihi target indikatif mingguan sebesar Rp 26 triliun.

Baca juga : Ma’ruf Amin Ajak Para Kiai Berpolitik

Sri Mulyani berharap hasil positif ini dapat memberikan keyakinan kepada publik dan pasar terhadap pengelolaan fiskal pemerintah, meskipun pasar saham sempat bergejolak. “Saya berharap informasi ini dapat memberikan pemahaman lebih baik terkait pengelolaan APBN 2025 dan situasi pasar saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Ryan Kiryanto menyarankan agar pemerintah dan juga Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdiri dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), segera mengambil langkah konkret untuk menenangkan pasar dan mengembalikan kepercayaan investor.

Menurut dia, penurunan IHSG sebetulnya bukanlah kejutan karena sudah berlangsung selama beberapa hari terakhir. Kondisi ini, kata dia, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia yang dianggap tidak sebaik tahun lalu. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense