Dark/Light Mode

Cegah Bencana Banjir Di Jakarta

BPBD Cs Geser Potensi Hujan Ekstrem Ke Laut

Rabu, 19 Maret 2025 06:50 WIB
Petugas mengangkut garam atau NaCl ke dalam pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jakarta. (Foto: Instagram/bpbddkijakarta)
Petugas mengangkut garam atau NaCl ke dalam pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jakarta. (Foto: Instagram/bpbddkijakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah kembali melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi curah hujan ekstrem di Jakarta. Langkah ini diharapkan bisa mencegah bencana banjir.

OMC itu dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) dan PT Rekaya­sa Atmosphere Indonesia (RAI).

Ketua Subkelompok Logis­tik dan Peralatan BPBD DKI Jakarta sekaligus juru bicara OMC Jakarta 2025 Michael Si­tanggang menjelaskan, pihaknya melakukan tiga sorti penerbangan pada hari keenam operasi.

Baca juga : Tim Kanguru Waspadai Kekuatan Skuad Garuda

Pelaksanaan OMC ini meng­gunakan 2,4 ton bahan semai higroskopis dengan total durasi penerbangan mencapai 5 jam 40 menit pada Minggu (16/3/2925).

Lokasi penyemaian meliputi area Kabupaten Pandeglang dan Serang untuk sorti pertama. Wilayah Barat Daya Pandeglang, Banten, Lebak dan Perairan Selat Sunda untuk sorti kedua. Dan, area Barat Daya Pandeglang, Kabupaten Lebak, dan Perairan Selat Sunda untuk sorti ketiga.

“Kami terus berkoordinasi dengan BMKG untuk meman­tau perkembangan cuaca demi memastikan kota Jakarta ter­hindar dari bencana hidrome­teorologi selama pelaksanaan OMC,” kata Michael.

Baca juga : Laga Lanjutan NBA, Lakers Bantai Spurs

Dia mengungkapkan, total OMC yang telah dilakukan sebanyak 15 sorti dengan total penggunaan bahan semai men­capai 12 ton. Waktu terbang ku­mulatif yang dihabiskan selama 31 jam 30 menit sejak dimulai­nya tahap ketiga OMC Jakarta mulai tanggal 11 Maret 2025.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menu­turkan, OMC kembali dilakukan karena ada peningkatan Indeks Surge yang signifikan pada tang­gal 17-18 Maret 2025. Berdasar­kan data Indeks Surge, terjadi peningkatan sekitar +11.9 dan signifikansi nilai CENS dalam dua hari ke depan.

“Hal ini dapat berpengaruh terhadap semakin signifikannya pembentukan awan di wilayah Jawa bagian barat dalam beber­apa hari ke depan,” terangnya.

Baca juga : Cuekin Isu Nikah Siri

Ketua Tim Teknik Opera­si OMC BMKG Pusat Bayu Prayoga mengatakan, selama OMC, pesawat melakukan pe­nyemaian awan sebanyak tiga kali dalam sehari.

“BMKG bertindak sebagai pengawas utama dalam menen­tukan titik pertumbuhan awan yang menjadi target penyemaian berdasarkan pantauan radar dan citra satelit,” kata Bayu.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.