RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Bob Azam, menyoroti anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan dampaknya terhadap perekonomian nasional.
Ia menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga sentimen positif di pasar, terutama untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan mendorong investasi.
“Fenomena ini harus kita lihat dalam jangka panjang. Bukan hanya di Indonesia, tetapi di negara lain juga ada tren negatif. Investor cenderung bermigrasi ke negara yang menawarkan return lebih baik,” ujar Bob Azam di Jakarta, Rabu (19/3/2025).
Baca juga : Tenang, Ekonomi Kita Masih Kuat
Ia menjelaskan, kondisi pasar keuangan global memang tengah mengalami tekanan, yang menyebabkan arus modal keluar dari negara berkembang menuju negara-negara maju. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah harus segera mengambil langkah-langkah strategis agar situasi ini tidak semakin berdampak buruk pada ekonomi domestik.
“Sentimen positif dari pemerintah sangat penting untuk menggerakkan ekonomi, terutama dalam meningkatkan kembali daya beli masyarakat yang melemah. Masyarakat juga butuh leveraging, butuh pinjaman untuk menopang daya beli. Ini yang harus diperhatikan pemerintah,” katanya.
Bob Azam juga menyinggung dampak IHSG yang anjlok terhadap sektor industri, termasuk industri otomotif. Menurutnya, investasi di sektor industri hanya akan masuk jika pasar memiliki prospek pertumbuhan yang baik.
Baca juga : Granat Pertanyakan Dasar Penangkapan Duterte
“Kita butuh investasi di sektor industri, tapi itu hanya akan terjadi kalau marketnya tumbuh. Kalau tidak, sulit,” jelasnya.
Selain itu, ia mengingatkan, turunnya daya beli masyarakat juga akan berimbas pada berbagai sektor usaha. “Kalau masyarakat tidak punya cukup daya beli, otomatis konsumsi menurun, produksi menurun, akhirnya ekonomi stagnan. Ini yang harus kita hindari,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kepastian regulasi dan kebijakan yang kondusif sangat diperlukan untuk menjaga kepercayaan investor.
Baca juga : Program INKLUSI Dukung Upaya Pemerintah Wujudkan Kebijakan Inklusif
Sebagai solusi, Apindo berharap pemerintah lebih aktif memberikan sinyal positif bagi dunia usaha dan masyarakat agar daya beli bisa kembali pulih.
“Sering-seringlah kasih sinyal positif, agar ekonomi tetap bergerak dan investasi bisa masuk,” pungkasnya.
Menurut Bob Azam, pemerintah dan dunia usaha perlu berkolaborasi untuk mencari cara terbaik dalam meningkatkan daya beli dan stabilitas ekonomi. “Kalau daya beli masyarakat naik, ekonomi akan bergerak lebih cepat, dan itu akan menarik investasi ke sektor-sektor strategis,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.