RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menegaskan akan memberantas praktik penyelundupan. Dia pun tak segan memberikan hukuman berat terhadap oknum yang terlibat aksi penyelundupan.
Hal itu ditegaskan Prabowo pada acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden RI dengan tema Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Indonesia di Tengah Gelombang Tarif Perdagangan yang digelar di Menara Mandiri Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (8/4/2025).
Prabowo memperingatkan penyelenggara negara untuk mengedepankan integritas dalam bertugas. Sehingga tidak melakukan penyimpangan-penyimpangan.
"Kita harus introspeksi diri. Institusi-institusi kita harus beres, Bea-Cukai harus beres, jangan macem-macem lagi cari prosedur yang mengada-ada, memperlama-lama begitu," kata Prabowo.
Baca juga : Pemerintah Perlu Dorong WTO Sehatkan Sistem Perdagangan Global
Sebagai mantan prajurit, dirinya memahami akal-akalan pihak tak bertanggung jawab yang melakukan penyelundupan. Dia pun mengajak semua pihak untuk menghentikan praktik penyelundupan.
“Penyelundupan mengancam industri kita, mengancam rakyat kita, mengancam pekerjaan rakyat kita," ujarnya.
Ia pun akan menindak keras setiap pejabat yang terlibat ataupun melindungi kasus penyelundupan. Menurutnya, praktik penyelundupan akan menyusahkan rakyat.
“Harus kita tindak sekeras-kerasnya. Kita perbaiki kondisi. Jangan ikut praktik-praktik yang justru akan membunuh rakyat kita sendiri," ujar Kepala Negara.
Baca juga : Kebakaran Pipa Gas Petronas Di Malaysia, 33 Orang Terluka
Prabowo juga menegaskan impor bahan baku tidak boleh diskriminatif. Apalagi, cuma menguntungkan segelintir perusahaan-perusahaan besar. "Enak saja," warning Prabowo.
Anggota Komisi III DPR Benny Kabur Harman mendukung ketegasan Prabowo yang akan menindak oknum yang terlibat dalam praktik penyelundupan. Kata Benny, ulah oknum-oknum tersebut bikin rugi ekonomi negara.
"Presiden juga harus akhiri monopoli impor yang selama ini ada di tangan pengusaha tertentu," ujar Benny.
Wakil Ketua Komisi XI DPR Hanif Dakhiri menilai, warning Prabowo sebagai langkah penting dalam memperkuat tata kelola keuangan negara. Khususnya di sektor penerimaan perpajakan dan kepabeanan.
Baca juga : Pesawat Jatuh Di Pemukiman Minnesota AS, Tak Ada Yang Selamat
"Kami mendukung penuh sikap Presiden yang tegas terhadap praktik penyelundupan yang selama ini menjadi salah satu titik rawan kebocoran negara," tegas Hanif.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.