RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi ekonomi global yang tengah bergolak akibat perang dagang. Kepala Negara pun mengingatkan pentingnya membangun ekonomi yang “berdiri di atas kaki sendiri”.
Ajakan tersebut disampaikan Prabowo pada acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden RI dengan tema Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Indonesia di Tengah Gelombang Tarif Perdagangan yang digelar di Menara Mandiri Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (8/4/2025).
Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB. Ketua Umum Partai Gerindra itu mengenakan batik cokelat lengan panjang. Prabowo didampingi para anggota Kabinet Merah Putih. Selain itu, hadir juga para pengusaha nasional.
Baca juga : Prabowo Banjir Pujian
Acara dibuka oleh Direktur Utama PT Bank Mandiri Darmawan Junaidi. Kemudian dilanjutkan dengan pidato dari Prabowo.
Mengawali pidatonya, Prabowo mengucapkan selamat dan terima kasih kepada jajarannya yang berhasil mengamankan arus mudik dan balik Lebaran sehingga berjalan lancar.
Selanjutnya Prabowo menyinggung kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menaikkan tarif impor yang menimbulkan kecemasan banyak negara. Produk Indonesia juga dikenakan tarif impor 32 persen oleh Trump.
Baca juga : Pak Prabowo, Isi Dong Kursi Dubes RI Untuk AS
“Pendiri bangsa kita sejak dulu, dan termasuk saya, kerap mengingatkan untuk meningkatkan kemandirian bangsa. Berdiri di atas kaki sendiri,” kata Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan strategi pembangunan nasional yang tengah dijalankan oleh pemerintahannya bertumpu pada swasembada pangan, energi, air, dan industrialisasi, dengan semangat keberpihakan pada rakyat. Menurut dia, seluruh strategi tersebut dirancang bukan sekadar slogan, melainkan berakar pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
“Dasar-dasar pemerintah yang saya pimpin adalah Pancasila dan UUD 1945. Bukan sebagai mantra, bukan sebagai slogan, bukan sebagai moto, sebagai dasar pemikiran,” ucap Prabowo.
Baca juga : PSU Pilbup Barito Utara Kembali Berujung Di MK
Menurut Kepala Negara, ekonomi Pancasila adalah ekonomi yang berasaskan kekeluargaan dan keadilan sosial. Ia menolak model ekonomi yang membiarkan rakyat kecil tertinggal.
“Perekonomian kita azasnya adalah kekeluargaan. Tidak boleh ada orang yang lapar di republik yang merdeka 80 tahun. Tidak boleh ada keluarga yang tinggal di bawah jembatan. Ini menusuk rasa keadilan,” imbuhnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.