Dark/Light Mode

Selama Ramadan & Lebaran

Pemerintah Berhasil Jaga Stabilitas Harga

Rabu, 9 April 2025 07:05 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mengklaim berhasil menjaga kestabilan harga barang kebutuhan pokok selama Ramadan dan Lebaran 2025.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan, keberhasilan ini diraih berkat strategi memenuhi stok pasar sebelum lonjakan per­mintaan menjelang Lebaran.

“Kami belajar dari pengalaman sebelumnya, pasar kita penuhi dulu dan siap saat ada lonjakan permintaan jelang Lebaran. Itu kuncinya,” ujar Zulhas-sapaan Zulkifli Jasan di Kantor Kemente­rian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (8/4/2025).

Zulhas mengapresiasi kerja sama Kementerian/Lembaga terkait dan distributor dalam memenuhi kebutuhan pasar. Termasuk meli­patgandakan stok MinyaKita dan meningkatkan pasokan beras, gula dan tepung hingga dua kali lipat dari biasanya. Operasi pasar mu­rah di berbagai kota juga turut berkontribusi.

Baca juga : Investor Cenderung Simpan Uang Tunai Untuk Jaga-jaga

“Kerja sama yang baik lintas Kementerian/Lembaga dan dengan para stakeholder menjadi kunci keberhasilan,” tambahnya.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, kestabilan harga dan pasokan pangan pokok strategis selama Ramadan hingga Lebaran merupakan hasil dari kolaborasi intensif Pemerintah.

“Menjelang Ramadan hingga Lebaran, kami fokus memantau perkembangan harga, mulai dari produsen hingga konsumen agar tidak berfluktuasi terlalu tinggi. Alhamdulillah, Presiden Prabowo Subianto cukup puas dengan kondisi pangan selama Ramadan hingga Idul Fitri,” ujar Arief.

Dia juga mengatakan, komodi­tas gabah dan beras menunjukkan fenomena menarik. Harga gabah di tingkat petani mengalami pening­katan secara tahunan. Tetapi harga beras medium di masyarakat tetap terjaga dan cenderung menurun.

Baca juga : DKI Bangun Dermaga Di PIK

“Artinya, masyarakat tidak ter­bebani dengan harga yang mahal, tapi petani tetap mendapatkan harga beli yang ideal,” jelasnya.

Berdasarkan data rata-rata harga nasional dalam Panel Harga Pangan Bapanas per 6 April 2025, harga Gabah Kering Panen di tingkat petani menca­pai Rp 6.559 per kilogram (kg), meningkat 9,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di Rp 5.998 per kg.

Sementara, harga beras me­dium di Zona 1 turun 3,46 persen dari Rp 13.618 per kg tahun lalu menjadi Rp 13.147 per kg.

Zona 2 mengalami penurunan 0,67 persen dari Rp 14.201 per kg menjadi Rp 14.106 per kg dan Zona 3 turun 2,91 persen dari Rp 16.212 per kg menjadi Rp 15.740 per kg.

Baca juga : Kantongi Restu Orangtua Maxime

“Ini menandakan Pemerintah berhasil menjaga ekosistem per­berasan. Meskipun harga di hulu meningkat, harga di hilir tetap stabil berkat berbagai program intervensi perberasan yang di­lakukan. Salah satunya bersama Perum Bulog,” ujar Arief.

Sebelumnya, Presiden Prabo­wo Subianto juga menyoroti ke­berhasilan Pemerintah menjaga stabilitas harga bahan pokok. Dia bersyukur karena harga-harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan terjangkau bagi masyarakat.

“Saya sangat bahagia, harga-harga bahan pokok terkendali, aman dan masih terjangkau oleh rakyat Indonesia. Ini pencapaian luar bia­sa,” ujar Prabowo saat menghadiri panen raya padi di Majalengka, Jawa Barat, Senin (7/4/2025).

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menambahkan, salah satu faktor perbaikan ekonomi setelah Idul Fitri 2025 adalah stabilitas harga pangan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.