Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Harga Emas Anjlok
Investor Cenderung Simpan Uang Tunai Untuk Jaga-jaga
Rabu, 9 April 2025 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pasca Lebaran, harga emas baik di PT Pegadaian maupun PT Aneka Tambang (Antam) mengalami penurunan.
Berdasarkan laman Logam Mulia Antam, penurunan harga emas batangan pada Jumat (4/4/2025) Rp 17.000 per gram ke angka Rp 1.819.000 dari sebelumnya Rp 1.836.000 per gram.
Harga emas kembali anjlok, pada Sabtu (5/4/2025) sebesar Rp 38.000 menjadi Rp 1.781.000 per gram dan masih tercatat turun pada Senin (7/4/2025) sebesar Rp 23.000 menjadi Rp 1.758.000 per gram.
Hingga Selasa (8/4/2025) harga emas Antam masih mengalami penurunan sebesar Rp 4.000 menjadi Rp 1.754.000 per gram. Begitu juga, harga emas dunia terpantau tengah melemah.
Baca juga : DKI Bangun Dermaga Di PIK
Mengutip Bloomberg, harga emas turun sebesar 4,94 poin atau 0,16 persen menjadi 3.033,30 dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 51,1 juta per troy ounce, pada pukul 11.42 PM EDT (Eastern Daylight Time).
Pengamat investasi emas Ibrahim Assuaibi mengatakan, harga emas dunia dalam perdagangan pada awal pekan ini memang fluktuatif. Bahkan sempat mengalami pelemahan yang cukup signifikan di angka 2.966 dolar AS (setara Rp 50,07 juta).
“Tidak menutup kemungkinan, harga emas dunia masih bisa turun lagi,” ujar Ibrahim kepada Rakyat Merdeka, Selasa (8/4/2025).
Ibrahim menjelaskan, salah satu faktor yang menyebabkan penurunan harga emas tersebut adalah adanya ketakutan besar dari para individu atau institusi terhadap kebijakan yang diterapkan Presiden AS Donald Trump, seperti perang dagang dan masalah geopolitik.
Baca juga : Kantongi Restu Orangtua Maxime
Timbul kekhawatiran bahwa kebijakan tersebut akan membuat ekonomi global mengalami perlambatan.
Alhasil, kata Ibrahim, para pemilik dana besar di Amerika dan Eropa, menarik uangnya besar-besaran dan memilih memegang cash.
“Ini yang menyebabkan harga emas dunia menjadi sedikit redup,” ungkapnya.
Belum lagi, sambung Ibrahim, banyak masyarakat di semua negara bagian Amerika melakukan demonstrasi untuk menentang Presiden Trump, karena telah mengurangi anggaran-anggaran dalam pemerintahan dan berbagai kebijakan lainnya.
Baca juga : Di Panggung Politik Nasional, Didit Jadi Rising Star
Hal itu membuat kepercayaan masyarakat secara luas di Amerika terhadap Trump menjadi buruk. Hal ini juga yang memicu ketakutan dan berujung menjadi chaos.
Meski demikian, Ibrahim optimistis, emas tetap akan menjadi pilihan instrumen investasi yang menguntungkan ke depannya.
“Mesti diingat, jangka menengah dan panjang harga emas dunia masih ada kemungkinan besar akan kembali naik ke angka 3.200 dolar AS (Rp 54 juta) per troy ounce “ katanya.
Ibrahim pun menyampaikan, kondisi global yang tak menentu juga bisa mendorong harga emas tembus hingga Rp 2 juta per gram tahun ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya