BREAKING NEWS
 

Halal Bilhalal Wikinara

Bamsoet Dorong Direct Selling Jadi Alternatif Usaha di Tengah Ketidakpastian Global

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Kamis, 10 April 2025 13:37 WIB
Acara Halal Bihalal Founder Wikinara, di Jakarta, Kamis (10/4/2025). (Foto: Dok. Bamsoet)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bambang Soesatyo (Bamsoet) menuturkan, di saat situasi ekonomi yang sedang mengalami tekanan, ketika pertumbuhan ekonomi melambat dan daya beli konsumen menurun, bisnis dengan model penjualan langsung (direct selling) menjadi alternatif peluang usaha yang menjanjikan. Model bisnis direct selling tetap menunjukkan daya tahan yang kuat dan menawarkan peluang signifikan bagi para individu yang ingin menambah penghasilan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menurut Bamsoet, fleksibilitas, dukungan teknologi, dan pendekatan personal yang khas dari direct selling dapat mengubah tantangan ekonomi menjadi peluang usaha yang menjanjikan. “Dengan strategi inovatif, transparansi, dan adaptasi pada tren digital, pelaku direct selling memiliki kesempatan untuk tetap berkembang meskipun kondisi ekonomi sulit," ujar Bamsoet, saat Halal Bihalal dengan Founder Wikinara, di Jakarta, Kamis (10/4/2025).

Founder Wikinara hadir antara lain Dr. Oky Pratama, Putra Siregar, Ina Rachman, dan Dewi Bamsoet. Hadir juga influencer Jhon LBF dan Anggota DPR Robert Kardinal.

Baca juga : Terima Pengusaha Wanita INAmikro, Bamsoet Dorong Peningkatan Perdagangan Karbon

Ketua MPR ke-15 dan Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, salah satu alasan direct selling menjadi pilihan menarik adalah rendahnya investasi awal yang diperlukan untuk memulai bisnis. Banyak perusahaan direct selling menawarkan paket bergabung dengan modal yang terjangkau. Sehingga individu dari berbagai latar belakang dapat memanfaatkannya.

Adsense

Menurut data Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI), pertumbuhan sektor direct selling di Indonesia mencatatkan angka yang signifikan, khususnya pasca pandemi Covid-19. Sektor direct selling di Indonesia mencatat pertumbuhan rata-rata sekitar 15 persen per tahun.

Kata Bamsoet, di tengah resesi ekonomi, produk yang sering dicari konsumen melalui direct selling biasanya mencakup kebutuhan sehari-hari, seperti produk kesehatan dan kecantikan. “Produk suplemen kesehatan telah menjadi tren di kalangan masyarakat, terutama dengan meningkatnya kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan," ucapnya.

Baca juga : Bertemu Wiranto, Bamsoet Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini memaparkan, keberhasilan dalam bisnis direct selling juga didukung perkembangan teknologi digital. Penggunaan platform media sosial dan aplikasi pesan instan memberikan peluang bagi penjual untuk menjangkau audiens yang lebih luas, tanpa harus mengeluarkan biaya pemasaran yang tinggi. Dengan memanfaatkan strategi pemasaran berbasis online, para penjual dapat menghubungi calon konsumen, melakukan presentasi produk, dan menjaga hubungan dengan pelanggan secara efisien.

Bamsoet menambahkan, meskipun menawarkan banyak peluang, direct selling juga tidak lepas dari tantangan. Beberapa orang mungkin masih memiliki stigma negatif terhadap model bisnis ini, menganggapnya sebagai skema piramida.

“Karena itu, penting bagi perusahaan untuk memastikan transparansi dalam operasional bisnis dan memberikan pelatihan serta dukungan kepada para penjual agar mereka dapat memahami produk yang dijual dan strategi pemasaran yang efektif," pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense