Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hadiri Wikinara Bali, Bamsoet Dorong Pertumbuhan Bisnis Direct Selling 2025
Minggu, 29 Desember 2024 08:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia dan Ketua Dewan Pembinan Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) Bambang Soesatyo (Bamsoet) menuturkan, peluang bisnis direct selling (penjualan langsung) di Indonesia masih sangat menjanjikan. Perkembangan ekonomi yang terus meningkat serta perubahan pola konsumsi masyarakat, menjadikan sektor direct selling mampu menawarkan potensi pertumbuhan yang signifikan. Dengan pendekatan yang tepat dan strategi yang inovatif, direct selling dapat menjadi salah satu pendorong peningkatan perekonomian di tanah air.
Bamsoet menyatakan, sektor direct selling di Indonesia telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Menurut data Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI), industri direct selling mengalami pertumbuhan rata-rata sekitar 15 persen per tahun.
"Kondisi ini mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap produk yang ditawarkan melalui metode direct selling dan juga bertambahnya jumlah individu yang mencari sumber pendapatan tambahan," ujar Bamsoet, saat menghadiri Wikinara Opportunity Presentation, di Kuta Bali, Sabtu (28/12/2024).
Baca juga : Kunjungi Markas IMI Bali, Bamsoet Dorong Peningkatan Prestasi Atlet Balap
Hadir antara lain pendiri Wikinara Dewi Bamsoet serta para anggota Wikinara. Wikinara didirikan pada September 2023 di Jakarta. Perusahan ini merupakan perusahaan network marketing yang fokus dalam pemasaran produk nutrisi, kecantikan dan alat kesehatan.
Ketua MPR ke-15 dan Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan direct selling di Indonesia adalah adanya perubahan perilaku konsumen. Masyarakat kini semakin terbiasa dengan kebiasaan berbelanja yang lebih personal dan interaktif.
Melalui direct selling, konsumen dapat langsung berinteraksi dengan para penjual yang biasanya adalah distributor independen. Hal ini menciptakan hubungan yang lebih dekat antara penjual dan pembeli, serta memberikan informasi yang lebih transparant mengenai suatu produk.
Baca juga : Bamsoet Dorong Perayaan Natal Jadi Sarana Perkuat Kerukunan Antar Umat Beragama
Industri direct selling di Indonesia diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 70 Tahun 2019 tentang Distribusi Langsung Barang yang mengharuskan produk dipasarkan dan didistribusikan menggunakan skema bertingkat (multi level marketing/MLM).
"Direct selling menawarkan fleksibilitas waktu dan kebebasan berbisnis yang menjadikannya pilihan menarik bagi banyak orang. Baik untuk para ibu rumah tangga, mahasiswa, maupun pekerja yang mencari penghasilan tambahan, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global," kata Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini memaparkan, daya tarik utama dari model bisnis direct selling adalah kesempatan untuk membangun bisnis dengan modal awal yang relatif rendah. Melalui sistem jaringan, setiap orang dapat mengembangkan usaha sambil menawarkan produk yang berkualitas. Selain itu, dengan dukungan brand yang kuat dan pelatihan yang tepat, para mitra bisnis dapat mewujudkan impian sembari memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian nasional.
Baca juga : Demi Kesejahteraan Nelayan, Bahlil Dorong Percepatan Izin Pembangunan SPBUN
Menurut Bamsoet, keberadaan platform digital juga turut memperluas jangkauan bisnis direct selling. Dengan memanfaatkan media sosial dan aplikasi belanja, para distributor dapat mempromosikan produk mereka dengan lebih efisien dan hemat biaya. "Melalui platform digital, mereka dapat menjangkau pembeli di daerah terpencil sekalipun, sehingga meningkatkan peluang penjualan," pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya