BREAKING NEWS
 

Wow, Pengusaha Taksir Kerugian Banjir Jakarta Capai Rp 1 T

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 13 Januari 2020 12:06 WIB
Ketua Hippi Sarman Simanjorang. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Banjir ekstrim yang melanda ibukota Jakarta dan sekitarnya membuat berbagai aktivitas bisnis lumpuh total. Perputaran uang selama libur tahun baru yang diperkirakan melonjak tajam dan akan mampu menopang pertumbuhan ekonomi Jakarta tidak sesuai dengan yang diharapkan. 

Banjir yang tergolong diluar perkiraan ini sangat memukul pelaku usaha diberbagai sektor, seperti ritel, restoran, pelaku UMKM, pengelola destinasi wisata, pengelola taxi, grab dan gojek. “Kerugian transaksi atau perputaran uang diperkirakan mencapai Rp 1 triliun,” ujar Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) Sarman Simanjorang kepada RMCO, Senin (13/1).

Menurut dia, kerugian itu dengan asumsi sebagai berikut; sektor ritel diperkirakan 400 toko ritel terkena dampak langsung tidak bisa buka melayani pelanggan. Jika satu toko memiliki pelanggan sekitar 100 orang dikali 400 toko jumlah pelanggan 40.000 dengan asumsi belanja rata-rata 250.000 ribu maka kerugian diperkirakan mencapai Rp 10.000.000.000 per hari. Ini belum termasuk toko ritel yang ada di dalam mal dan pasar tradisional. 

Baca juga : Pertamina Salurkan Bantuan Banjir dan Longsor di Bogor

Menurut dia, pusat perbelanjaan alias mall di Jakarta ada sekitar 82 mall dengan rata rata jumlah pengunjung saat libur tahun baruan mencapai 5000 orang dengan asumsi belanja makan dan minum minimal 200.000, maka transaksi mencapai (82 x 5000 x 200.000) Rp 82,000.000.000. Jika pengunjung turun sekitar 50 persen maka kerugian transaksi mencapai Rp. 41.000.000.000. 

Menurut dia, data dari Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia DKI Jakarta, terdapat 28 pasar tradisional yang terkena imbas banjir dengan jumlah pedagang sebanyak 250 per pasar, total pedagang 7.000 pedagang. Jika rata rata penjualan sekitar 500,000 per pedagang maka kerugian transaksi mencapai Rp 3.500.000.000.

Adsense

Sementara, sektor pariwisata merupakan pusat hiburan di Jakarta yang sangat banyak dikunjungi warga Jabodetabek saat liburan tahun baru seperti; Ancol, Kota Tua, Monas, TMII, dan Ragunan. “Setiap tahun biasanya  dikunjungi ratusan ribu orang, namun akibat banjir, mengalami penurunan antara 50-70 persen.

Baca juga : Menko PMK Pastikan Bantuan Untuk Korban Banjir Maksimal

Dari sisi transportasi taksi, Grab dan Gojek yang mengalami penurunan omzet mencapai 70 persen. Jumlah taksi online di Jabodetabek mencapai 36.000 kenderaan, jika omzet menurun rata rata Rp.100.000 maka kerugian transaksi mencapai Rp 3.600.000.000. Sedangkan jumlah ojek online di Jabodetabek mencapai 1.250.000 pengemudi. Jika omzet turun menjadi rata rata Rp 25.000 maka kerugian transaksi mencapai Rp 31.250.000.000.

Ini belum termasuk kerugian yang dialami langsung pelaku usaha seperti 1.500 unit taxi yang terendam (jika dirata-ratakan harganya Rp 200 juta maka kerugian mencapai Rp 300 miliar) belum lagi sekitar 7.000 pedagang tradisional yang kehilangan barang dagangannya (jika dirata-ratakan Rp 10 juta maka kerugian mencapai 70 miliar), serta berbagai sarana prasarana di beberapa pusat perbelanjaan yang masih sulit mendapatkan datanya.

Menurut dia, jika jumlahkan secara keseluruhan kerugian transaksi dari sisi perputaran uang akibat banjir ekstrim 2020 bisa mencapai sebesar Rp 135.054.000.000 per hari. Jika kita kalikan selama 5 hari musim liburan tenggang waktu 1-5 Januari suasana banjir ,maka taksiran kerugian mencapai minimal Rp 675.270.000.000. 

Baca juga : Tito ke Dukcapil: Layani Adminduk Korban Banjir secara Cepat

“Jika ditambah dengan kerugian langsung (taksi dan pedagang pasar sekitar 370 miliar) perkiraan kerugian mencapai Rp 1.045.270.000.000,” ujarnya.

Kerugian tersebut di atas belum termasuk kerugian material yang langsung dialami oleh warga yang terkena banjir seperti; juga kerusakan infrastruktur milik pemerintah provinsi DKI Jakarta seperti bangunan sekolah dan Gedung perkantoran lainnya. [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense