BREAKING NEWS
 

Terima Ketua Kadin Arab Saudi, Bamsoet Dorong Penguatan Kemitraan Strategis

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Rabu, 16 April 2025 18:45 WIB
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bambang Soesatyo (kanan) menerima Ketua Kadin Arab Saudi untuk Indonesia Ayman Sejiny, di Jakarta, Rabu (18/4/2025). (Foto: Dok. Bamsoet)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bambang Soesatyo mendorong penguatan kemitraan strategis antara Indonesia dan Arab Saudi di sektor pertambangan, makanan, dan farmasi. Kehadiran Indonesia sebagai mitra utama bagi Arab Saudi dalam kawasan Asia Tenggara tidak lepas dari potensi ekonomi kedua negara yang saling melengkapi dan kesamaan visi untuk memperkuat posisi di pentas global.

Bamsoet menerangkan, kedua negara memiliki kepentingan strategis yang saling melengkapi. Arab Saudi sedang mendiversifikasi ekonominya melalui Vision 2030. Sementara Indonesia berupaya mencapai target Indonesia Emas 2045 dengan meningkatkan investasi dan ekspor.

Baca juga : Menperin Terima Menteri Saudi, Bahas Kerja Sama Industri Petrokimia Dan Hilirisasi

"Pada tahun 2023 nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai 6 miliar dolar AS, dengan Arab Saudi mengekspor D 4 miliar dolar AS ke Indonesia dan mengimpor 2 miliar dolar AS dari Indonesia," ujar Bamsoet, saat menerima Ketua Kadin Arab Saudi untuk Indonesia Ayman Sejiny, di Jakarta, Rabu (18/4/2025).

Adsense

Ketua MPR ke-15 dan Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, Saudi telah menunjukkan ketertarikan yang mendalam terhadap sektor pertambangan Indonesia. Terlihat dari investasinya di Vale Indonesia, sebuah anak perusahaan dari Vale SA, yang merupakan salah satu perusahaan pertambangan terbesar di dunia. Investasi ini tidak hanya menunjukkan niat Saudi untuk memperluas perannya di sektor pertambangan, tetapi juga menciptakan peluang kerja dan transfer teknologi yang memberikan manfaat bagi perekonomian Indonesia.

Baca juga : Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Dorong Pemerataan Ekonomi

Keberadaan mineral dan sumber daya alam yang melimpah di Indonesia, termasuk nikel, tembaga, dan batu bara, memberikan peluang signifikan bagi Saudi dalam memastikan pasokan bahan baku untuk industri dalam negeri mereka. "Selain itu, dengan target ekspor global Indonesia mencapai 405 miliar dolar AS pada tahun 2029, kolaborasi dengan Arab Saudi akan memperkuat ketahanan dan keberlanjutan posisi Indonesia dalam pasar global," kata Bamsoet. 

Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini memaparkan, dalam sektor makanan, Indofood telah menjadi contoh sukses produk Indonesia yang menembus pasar Saudi. Kehadiran mi instan Indofood di pasar Saudi sejak 1986 menandakan pengakuan akan kualitas produk Indonesia dan tingginya permintaan konsumen Arab Saudi terhadap produk halal. 

Baca juga : Bamsoet Dorong Pembentukan IMI Kabupaten/Kota di Seluruh Indonesia

Pada Desember 2023, Kerajaan Arab Saudi dan Indonesia telah menandatangani Nota Kesepahaman untuk meningkatkan kerjasama dalam jaminan produk halal dan pengakuan sertifikasi halal secara timbal balik. Dengan masyarakat muslim yang merupakan bagian terbesar dari populasi di Arab Saudi, peningkatan kerjasama dalam industri makanan halal sangatlah strategis. 

Di sektor farmasi, potensi kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi sangat besar, terutama dalam pengembangan obat-obatan dan produk kesehatan. "Dengan meningkatnya permintaan akan layanan kesehatan dan produk farmasi di Arab Saudi, Indonesia dapat berperan sebagai penyedia obat-obatan generik dan produk farmasi, sejalan dengan upaya Kerajaan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan publik," pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense