Dark/Light Mode

Herman Deru Dorong Petani Sumsel Tingkatkan Produksi Beras

Kamis, 10 April 2025 10:00 WIB
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengikuti Panen Raya Padi Serentak di 14 Provinsi bersama Presiden Prabowo Subianto yang digelar secara virtual, Senin (7/4/2025). Foto: Istimewa
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengikuti Panen Raya Padi Serentak di 14 Provinsi bersama Presiden Prabowo Subianto yang digelar secara virtual, Senin (7/4/2025). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengikuti Panen Raya Padi Serentak di 14 Provinsi bersama Presiden Prabowo Subianto yang digelar secara virtual, Senin (7/4/2025).

Dalam kesempatan ini, Herman melakukan panen raya di Desa Cahya Maju, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel.

Gubernur Herman Deru mengatakan panen raya kali ini mengisyaratkan Pemerintah Pusat komitmen terhadap produktivitas pangan khususnya beras. Terlebih, saat ini ada kebijakan nasional yang meniadakan impor.

Baca juga : Lestari Moerdijat: Segera Atasi Peningkatan Kasus Kekerasan Berbasis Gender

"Sekarang tinggal tergantung pada tekad kita menjadikan wilayah Sumsel punya kemandirian pangan. Syukur jika bisa menyanggah daerah lain di Indonesia," kata Herman Deru, dalam keterangannya, Kamis (10/4/2025).

Untuk mewujudkan kemandirian tersebut, kata HD biasa disapa, diperlukan semangat untuk menjaga eksistensi Sumsel sebagai 5 daerah tertinggi penyumbang produksi beras nasional.

"Karena itu perhatian pada petani perlu ditingkatkan agar semangat mereka tetap terjaga. Perhatian harus kita berikan mulai dari administrasi, Saprodi sampai tahapan pasca panen," tegas HD.

Baca juga : Herman Deru Jaga Eksistensi Sumsel Jadi Daerah Tertinggi Produsen Beras Nasional

Selain itu, diperlukan juga inovasi di kabupaten/kota terkait pengawasan seperti Perda alih fungsi lahan. Hal itu menurutnya harus disegerakan agar potensi lahan yang begitu luas untuk lahan pertanian di kabupaten OKI dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan produksi beras.

"OKI harus siap-siap, ini harus (Perda alih fungsi lahan) disegerakan sebab majunya perekonomian dan investasi bukan tidak mungkin akan mengurangi lahan-lahan pertanian. Ini akan jadi sasaran dalam perluasan perumahan dan kawasan industri. Maka harus dijaga sejak dini," jelas HD.

Saat ini, menurut HD, Pemprov Sumsel terus berupaya meningkatkan produksi beras. Selain mendorong penambahan Luas Baku Sawah (LBS) di OKI yang masih begitu potensial, diharapkan rampungnya Bendungan Tiga Dihaji di Kabupaten di OKU Selatan dalam beberapa tahun kedepan semakin memantapkan peningkatan produksi beras di Sumsel.

Baca juga : Kemensos Dorong Pemberdayaan Ekonomi Lewat Potensi Lokal

"Saat ini tak sedikit petani karet yang berangsur kembali ke sawah ini potensi besar yang harus kita tangkap. Untuk itu kita minta Pupuk Indonesia dapat memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi. Begitu juga TNI Polri kita minta pengawasannya dalam proses distribusi pupuk ini agar tepat sasaran," ujarnya.

Politisi partai NasDem itu juga mengimbau petani untuk tidak ragu melakukan produksi. Mengingat, Pemerintah Pusat telah menyiapkan anggaran yang tidak sedikit agar bulog dapat menyerap beras petani secara maksimal.

'Bulog diberi anggaran Rp 40 triliun untuk penyerapan. Harusnya petani tidak perlu ragu-ragu lagi produksi dengan HPP yang telah ditetapkan 6500/kg dalam kondisi siap angkut. Para Kades bisa tolong sosialisasikan ini," jelasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.