Sebelumnya
Menurut Darmawan, penguatan manajemen risiko menjadi fondasi utama emiten berkode saham BMRI ini untuk memastikan pertumbuhan Bank Mandiri tetap berkelanjutan dalam jangka panjang.
Selanjutnya, Bank Mandiri juga mencatatkan pertumbuhan DPK yang solid. Hingga akhir Maret 2025, total DPK secara konsolidasi tercatat Rp 1.748 triliun, meningkat 11,2 persen yoy.
Pertumbuhan DPK didorong oleh peningkatan dana murah mencapai 8,89 persen yoy dengan komposisi dana murah secara bank only mencapai 77,1 persen.
Platform Digital
Baca juga : RI Tancap Gas Bangun Ekosistem AI Dan Chip
Hingga Maret 2025, pengguna Livin’ by Mandiri mencapai 30,7 juta orang. Pada periode kuartal I-2025, Frekuensi transaksi Livin’ by Mandiri telah mencapai 1,1 miliar transaksi, naik 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan nilai transaksi menembus Rp 1.070 triliun, meningkat 16 persen.
Adapun Kopra by Mandiri mencatatkan volume transaksi sebesar 349 juta hingga per kuartal I-2025, dengan nilai transaksi tumbuh 23 persen secara yoy mencapai Rp 6.000 triliun.
Melalui optimalisasi layanan digital Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri, hingga akhir Maret 2025, volume transaksi digital Bank Mandiri mencapai Rp 7.066 triliun alias tumbuh 21,9 secara tahunan.
Kinerja positif ini turut mendorong efisiensi operasional, tercermin dari rasio biaya terhadap pendapatan (Cost to Income Ratio/CIR) bank only, yang terjaga di level 38,2 persen pada akhir kuartal I tahun 2025.
Baca juga : Pelaksanaan Uji Emisi Jangan Angot-angotan
Sejalan dengan upaya memperluas layanan digital, Livin’ Merchant yang diluncurkan pada Juni 2023 telah mencatat sekitar 2,6 juta pengguna terdaftar hingga Maret 2025, tumbuh 35 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Information Technology Bank Mandiri Timothy Utama menambahkan, digitalisasi ini juga berkontribusi pada peningkatan pendapatan non-bunga konsolidasi yang mencapai 17,3 persen secara yoy per Maret 2025 menjadi sebesar Rp 11,24 triliun.
“Peningkatan tersebut, turut didukung oleh pertumbuhan transaksi digital, layanan trade finance, treasury, dan pengelolaan dana, yang memperkuat diversifikasi pendapatan perseroan,” katanya.
Sejalan dengan itu, hingga Maret 2025, Bank Mandiri mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp 13,2 triliun, tumbuh 3,9 persen yoy. Hal ini menunjukkan efektivitas strategi transformasi digital dan efisiensi operasional.
Baca juga : Barcelona 3-3 Inter Milan, Laga Semifinal Serasa Final
Pada sisi rasio profitabilitas, Return on Equity (ROE) Bank Mandiri juga mampu terjaga solid di level 20,8 persen secara bank only.
Ke depan, sambungnya, Bank Mandiri akan konsisten melanjutkan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan melalui akselerasi segmen wholesale dan penguatan ekosistem ritel, sambil tetap mengedepankan manajemen risiko secara disiplin.
Dengan fokus pada peningkatan dana murah berbasis transaksi, serta pembiayaan ke sektor-sektor unggulan, pihaknya yakin dapat menjaga efisiensi biaya dana.
“Dan mendukung ekspansi bisnis secara sehat dan berkesinambungan,” pungkas Timothy.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.