BREAKING NEWS
 

Erick: BSI Buka Cabang Di Arab, Tahun Depan Siap Beroperasi

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Senin, 5 Mei 2025 16:17 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Ahmad Ali Futhuhin/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia (BSI) akhirnya mengantongi izin prinsip untuk membuka cabang di Arab Saudi, khususnya di Jeddah. Capaian ini merupakan hasil dari upaya yang telah dilakukan selama hampir dua tahun terakhir. 

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan bahwa dengan izin prinsip yang telah diperoleh, BSI dapat mulai mempersiapkan operasional di Arab Saudi. Ia berharap dalam satu tahun ke depan, cabang BSI di Jeddah dapat resmi beroperasi. 

“Alhamdulillah izin prinsip untuk di Saudi, khususnya di Jeddah, ini sudah bisa kita exercise,” ujar Erick Thohir dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/5). 

Baca juga : Bagikan Dividen Rp 249,31 Miliar, Bank DKI Siap Bertransformasi Melalui IPO

Pembukaan cabang di Arab Saudi ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem haji dan umroh, serta mendorong peningkatan bisnis B2B. Erick menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk mewujudkan sistem yang adil. 

Adsense

“Yang saya harapkan tadi ke depan, tentu rencana kerjanya yang nanti juga kita rapatkan bersama Danantara untuk ke depan di tahun 2026 P2P People to People-nya juga seperti apa? Karena kita tahu jumlah umrah dan haji ini kan makin meningkat,” kata Erick. 

Erick menyoroti potensi ekonomi dari perputaran uang selama musim haji dan umroh. Ia menyebut bahwa ada sekitar Rp 29 triliun yang berputar di Indonesia dan Rp 23 triliun di Arab Saudi selama musim tersebut. Dengan kehadiran BSI di Jeddah, diharapkan sebagian dari transaksi tersebut dapat diserap oleh Indonesia.  

Baca juga : Persik Vs Madura United, Macan Putih Siap Beraksi

“Yang di sananya itu masih ada 23 triliun itu kita bisa mulai serap,” ungkap Erick.

Erick juga menyinggung tentang terobosan dalam sistem imigrasi antara Indonesia dan Arab Saudi yang kini lebih terintegrasi, memungkinkan izin diurus langsung di Indonesia. Hal ini sejalan dengan keinginan Presiden untuk mengalihkan sebagian transaksi digital payment ke Indonesia.

“Ini sejalan dengan kemauan Bapak Presiden ya bahwa sebagian daripada digital payment transaksi bisa mulai di-shifting ke negara kita,” jelas Erick.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense