BREAKING NEWS
 

Permintaan Logam Mulia Masih Tinggi

Bos Antam Janji Suplai Emas Nasional Aman

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Minggu, 11 Mei 2025 07:05 WIB
Direktur Utama Antam ­Nicolas D. Kanter

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terus memperkuat suplai dengan mengoptimalkan produksi di Pongkor, Bogor, Jawa Barat, atau supply based yang dimiliki untuk memproduksi emas.

Hal ini dilakukan seiring ­dengan terus meningkatnya permintaan emas sebagai salah satu instrumen investasi oleh masyarakat.

Direktur Utama Antam ­Nicolas D. Kanter mengatakan, sebanyak 30 ton emas telah perseroan offtake dari PT Freeport Indonesia (PTFI) sejak pada Februari lalu.

“Memang belum mencapai kapasitas yang dijanjikan 30 ton, tapi itu sudah mulai berjalan,” ujar Nico-sapaan akrab Nicolas D. Kanter di Jakarta, Jumat (9/5/2025) malam.

Meski begitu, pihaknya sudah memiliki komitmen dengan Freeport untuk mendapatkan ­prio­ritas ketika Antam memerlukan suplai tambahan. Mengingat, total kapasitas produksi Freeport bisa mencapai 50 ton per tahun.

“Jadi, itu strateginya untuk emas,” katanya.

Baca juga : Ekonomi Kita Masih Solid

Di luar itu, sambung Nico, pihaknya juga harus memastikan perolehan suplai dari sumber-sumber lain, seperti kontrak karya atau kontrak-kontrak yang legal.

“Karena London Bullion Market Association (LBMA) mengharuskan kami untuk mendapatkan sumber melalui proses yang sangat stretch,” terangnya.

Nico mengakui, penjualan domestik menjadi motor pertumbuhan perseroan. Total penjualan bersih sebesar Rp 26,15 triliun sepanjang kuartal I-2025, me­lonjak 203 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 8,62 triliun.

“Penjualan domestik mendominasi 95 persen dari total pendapatan, atau sebesar Rp 24,83 triliun,” kata Nico.

Dia menilai, hal ini mencerminkan keberhasilan Antam dalam memperkuat basis pe­langgan dalam negeri.

Adsense

Lebih lanjut Nico menjelaskan, komoditas emas tetap menjadi tulang punggung penda­patan, dengan nilai penjualan mencapai Rp 21,61 triliun. Atau naik 182 persen dan menyumbang 83 persen dari total penjualan.

Baca juga : Pembangunan Rusun MBR Mesti Diperbanyak

Volume penjualan emas naik signifikan sebesar 93 persen menjadi 13.739 kilogram (kg).

“Ini juga didorong oleh peluncuran aplikasi Antam Logam Mulia, yang mempermudah transaksi emas fisik secara digital,” bebernya.

Bahkan untuk memperkuat segmen emas, perseroan juga telah menandatangani kerja sama pengembangan fasilitas logam mulia di JIIPE (Java Integrated and Ports Estate), Gresik, Jawa Timur.

“Tapi ini belum bisa didetailkan seperti apa,” sambungnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam Arianto Sabtonugroho Rudjito menyampaikan, selain komoditas emas, segmen nikel dan bauksit juga menunjukkan pertumbuhan yang impresif.

“Total penjualan nikel (fero­nikel dan bijih nikel) naik 581 persen menjadi Rp 3,77 triliun,” kata Arianto.

Baca juga : Barcelona Vs Real Madrid, Los Blancos Tiru Gaya Inter Milan

Sedangkan produksi feronikel tercatat sebesar 4.498 ton nikel dalam feronikel (TNi), sementara volume penjualan mencapai 4.839 TNi.

Begitu juga produksi bijih nikel turut naik drastis sebesar 221 persen menjadi 4,63 juta wet metric ton (wmt), sejalan dengan pertumbuhan penjualan bijih nikel sebesar 281 persen menjadi 3,83 juta wmt.

Sementara, komoditas bauksit dan alumina mencatatkan penjualan sebesar Rp 708,75 miliar atau naik 102 persen dibandingkan kuartal pertama tahun lalu.

Lalu, produksi bijih bauksit meningkat 328 persen menjadi 653.781 wmt. Dan penjualan alumina mencapai 44.048 ton, tumbuh 4 persen secara tahunan.

Arianto menambahkan, sepanjang kuartal pertama 2025, perseroan mampu mencatatkan lonjakan laba bersih hingga 10 kali lipat menjadi Rp 2,32 triliun, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 210,59 miliar.

Selanjutnya, kinerja impresif ini turut tercermin dalam peningkatan EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) sebesar 518 persen menjadi Rp 3,26 triliun, naik signifikan dari Rp 527,61 miliar pada kuartal pertama 2024. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense