BREAKING NEWS
 

Dorong Transisi Energi, PHE Teken 10 Kontrak Jual Beli Gas di IPA Convex 2025

Reporter & Editor :
FAZRY
Selasa, 20 Mei 2025 15:17 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, menegaskan komitmennya dalam mendukung swasembada energi nasional dengan memperkuat peran gas bumi sebagai energi transisi.

Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui penandatanganan 10 Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) oleh PHE dan afiliasinya.

Penandatanganan dilakukan pada ajang The 49th Indonesian Petroleum Association (IPA) Convention & Exhibition di ICE BSD, Tangerang, Selasa (20/5), dengan difasilitasi oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Kesepuluh PJBG tersebut melibatkan berbagai anak usaha dan mitra strategis, termasuk PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), PT PLN (Persero), serta perusahaan industri dan energi lainnya, dengan total pasokan gas mencapai puluhan juta kaki kubik per hari untuk kebutuhan industri, kelistrikan, dan kilang.

Baca juga : Dorong Kemandirian Energi Nasional, PHE Pacu Produksi Gas di Indonesia Timur

Beberapa di antaranya adalah:

PHE Ogan Komering dan PGN, suplai 4 BBTUD.

PHE North Sumatera Offshore dan PGN, suplai 8,48 BBTUD.

Adsense

Pertamina EP dan PGN, suplai 11 BBTUD untuk industri di Medan.

Baca juga : PGN Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Suadesa Festival 2025

Pertamina EP dan PLN, suplai total 17 MMSCFD untuk pembangkit Muara Tawar dan Tanjung Batu.

PHE ONWJ dan Kilang Pertamina Internasional, suplai 23 BBTUD untuk RU VI Balongan.

Pertamina (Persero)/KKKS East Kalimantan dan PLN, suplai 36 BBTUD untuk Tanjung Batu dan Bontang.

Direktur Perencanaan Strategis & Pengembangan Bisnis PHE Rachmat Hidajat mengatakan bahwa kerja sama ini memperkuat rantai pasok dan efisiensi dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Baca juga : Kemenkomdigi Gaet Tony Blair Institute

“Gas bumi, dengan fleksibilitas dan emisi yang lebih rendah, merupakan energi transisi yang strategis,” ujarnya.

Rachmat menambahkan, PHE terus memperkuat pengelolaan hulu migas dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berbasis ISO 37001:2016.

PHE berkomitmen untuk mewujudkan tata kelola bersih dan berintegritas dalam perjalanan menuju perusahaan migas kelas dunia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense