RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah pesatnya transformasi digital global, Lintasarta kembali menunjukkan komitmennya untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta inovasi kecerdasan artifisial (AI) dunia.
Melalui program Semesta AI, Lintasarta yang kini berperan sebagai AI Factory dalam ekosistem Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), hadir dengan misi besar: mempercepat adopsi AI secara inklusif dan memberdayakan talenta lokal, agar mampu menciptakan solusi yang relevan, berdampak, dan berdaya saing global.
Kolaborasi Strategis Lintasarta dan NVIDIA untuk Bangun AI Nasional
Semesta AI merupakan program akselerasi AI pertama di Indonesia yang didukung langsung oleh NVIDIA Inception, program global yang membina startup berbasis teknologi.
Kolaborasi strategis ini menjadikan Lintasarta sebagai satu-satunya NVIDIA Cloud Partner (NCP) di Indonesia. Sekaligus membuka jalan bagi penguatan ekosistem AI nasional melalui pendekatan kolaboratif dan terarah.
Baca juga : Rakor, Menteri Wihaji Bicara Bonus Demografi Menuju Indonesia Emas
Lewat inisiatif ini, Lintasarta menegaskan perannya dalam menghubungkan startup dengan akses teknologi tinggi, mentoring, dan peluang kolaborasi strategis.
Semesta AI juga menjadi bagian penting dari gerakan AI Merdeka, yang sejak diluncurkan pada November lalu telah menarik perhatian lebih dari 150 startup dan Independent Software Vendor (ISV) dari seluruh penjuru negeri.
"Melalui Semesta AI, kami ingin memberdayakan startup dan ISV di Tanah Air, agar mampu menciptakan solusi AI yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berdampak nyata bagi industri dan perekonomian nasional," tutur President Director & CEO Lintasarta Bayu Hanantasena.
Semesta AI: Membuka Akses, Mempercepat Aksi
Semesta AI dirancang sebagai platform pengembangan yang memberikan berbagai manfaat strategis kepada para peserta.
Baca juga : Dirut PNM: Literasi Jadi Kunci Pemberdayaan Anak dan Generasi Muda
Mulai dari akses ke teknologi accelerated computing dari NVIDIA, mentoring dari pakar industri, hingga dukungan teknis langsung. Program ini juga menawarkan voucher GPU Merdeka senilai hingga 15.000 dolar AS bagi proyek AI terbaik.
Startup yang terpilih dalam Semesta AI akan dinilai berdasarkan skalabilitas solusi, inovasi, serta potensi implementasi di sektor industri.
Dari ratusan pendaftar, hanya 10 startup dan ISV terbaik yang akan melangkah ke fase akhir, yakni Black Belt, yang menjadi pintu gerbang kolaborasi lebih lanjut dengan ekosistem Lintasarta.
Program ini juga akan dipresentasikan di ajang internasional NVIDIA GTC 2025 di San Jose, California, dalam sesi diskusi bertajuk “Bagaimana Indonesia Mewujudkan Platform AI Berdaulat yang Dipimpin oleh Sektor Telekomunikasi untuk 270 Juta Pengguna.”
Peluang Nyata Menuju Industri
Baca juga : Sudah Lebih 1,5 Juta Boks Makanan Disajikan untuk Jemaah Haji Indonesia
Lintasarta membuka peluang besar bagi startup peserta Semesta AI untuk mengimplementasikan solusi mereka di dunia nyata.
Dengan jaringan lebih dari 2.300 pelanggan dari sektor-sektor strategis seperti keuangan, manufaktur, layanan kesehatan, sumber daya alam, hingga pelayanan publik, Semesta AI bukan sekadar program inkubasi—tetapi jembatan nyata ke industri.
"Dengan menghadirkan Semesta AI, kami ingin memastikan bahwa ekosistem AI Indonesia semakin matang dan siap bersaing di tingkat global," kata Bayu.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.