Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Universitas Bakrie Antar Mahasiswa Bangun Ekosistem Digital HR Tangguh
Rabu, 23 April 2025 11:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Universitas Bakrie terus memperkuat komitmennya dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja di era digital.
Kali ini, melalui kegiatan Guest Lecture bertema "From Data to Decisions: Building a Resilient and Secure Digital HR Ecosystem", Universitas Bakrie menghadirkan pakar digitalisasi HR dari PT Telkom Indonesia, Dr. Ketut Agung Enriko membedah tantangan dunia kerja di era digital.
Acara ini berlangsung secara daring pada Sabtu 19 April 2025 dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Manajemen dan Teknik Informatika Universitas Bakrie.
Kepala Program Studi Manajemen Universitas Bakrie, Prof. M. Taufiq Amir saat membuka acara menegaskan pentingnya kolaborasi lintas bidang dalam menghadapi era digital.
“Kolaborasi multidisiplin adalah kunci sukses di era digital. Mahasiswa perlu memahami teknologi sekaligus memahami manusia sebagai penggunanya. Harapan kami, acara ini bisa menjadi jembatan menuju kolaborasi nyata antar program studi,” ujar Prof. Taufiq dalam keterangannya, Rabu (23/4).
Sementara Kepala Program Studi Teknik Informatika, Iwan Adhicandra, Ph.D, menyebut kolaborasi ini merupakan langkah strategis agar mahasiswa semakin siap bersaing secara global.
Baca juga : Pertamina Berikan Beasiswa Untuk Local Hero
“Sinergi antar bidang, seperti Teknik Informatika dan Manajemen, sangat penting untuk melahirkan lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan industri yang terus berkembang” jelas pak Iwan.
Dalam paparannya, Dr. Agung Enriko membahas secara mendalam bagaimana teknologi digital menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem pengelolaan sumber daya manusia (HR) yang efektif, efisien, dan aman.
Ia menekankan bahwa data analytics kini menjadi kebutuhan vital perusahaan untuk mengambil keputusan secara tepat dan objektif dalam berbagai aspek HR, mulai dari rekrutmen hingga pengembangan karier.
“Di Telkom Indonesia, pemanfaatan data bukan lagi sekadar opsi, tetapi keharusan. Kami menggunakan data analytics untuk memahami perilaku dan kebutuhan karyawan, sehingga keputusan perusahaan menjadi lebih proaktif dan prediktif” jelas Dr. Agung.
Lebih lanjut, Dr. Agung menyampaikan digitalisasi dalam HR harus diikuti dengan sistem keamanan siber yang kuat.
Ia mengingatkan bahwa data karyawan termasuk informasi yang sangat sensitif, sehingga perlindungan terhadap data tersebut menjadi prioritas utama perusahaan.
Baca juga : Top! Universitas Indonesia Jadi Yang Terbaik ke-4 Di ASEAN Versi EduRank 2025
“Kami menerapkan Zero Trust Architecture di Telkom. Ini artinya kami tidak otomatis mempercayai siapa pun yang mengakses sistem kami. Setiap akses harus melalui autentikasi ketat dan dibatasi hanya untuk kebutuhan spesifik, papar Dr. Agung.
Agung turut membagikan studi kasus implementasi digitalisasi HR di Telkom, termasuk penggunaan platform MyDigilearn yang memungkinkan personalisasi pelatihan bagi setiap karyawan, hingga implementasi dashboard berbasis KPI dengan dukungan machine learning.
Ia juga menyebutkan pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) serta Machine-to-Machine (M2M) yang membantu percepatan alur kerja antar-divisi.
“Teknologi seperti IoT dan machine learning tidak hanya mempercepat proses, tapi juga memungkinkan kolaborasi antar tim secara lebih efektif dan efisien” tambahnya.
Moderator kegiatan, Ananda Fortunisa M.Si. dosen pengampu Mata Kukiah Digital HR & People Analytics dari Program Studi Manajemen Universitas Bakrie, mengatakan acara ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mendapatkan insight langsung dari pelaku industri.
“Kami ingin mahasiswa memiliki bekal yang kuat saat mereka lulus nanti. Pemahaman yang mereka dapatkan hari ini akan membantu mereka beradaptasi dengan perubahan di dunia kerja yang semakin digital” ujar Ananda.
Baca juga : ITB Terima 1.911 Calon Mahasiswa Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi
Acara yang berlangsung selama dua jam ini mendapat antusiasme dari peserta. Mahasiswa berdiskusi mengenai berbagai isu, mulai dari tantangan implementasi artificial intelligence dalam HR hingga keamanan teknologi digital.
Salah satu pertanyaan yang diajukan ialah “Bagaimana Telkom Indonesia mengintegrasikan praktik keamanan siber ke dalam sistem digital HR mereka?”.
Menjawab hal itu, Dr. Enriko menjelaskan, setiap aplikasi, termasuk sistem HR, harus melalui serangkaian tahapan asesmen keamanan seperti vulnerability assessment, penetration testing, static & dynamic application security testing, compliance testing, serta log monitoring.
Selain itu, pengguna sistem juga diwajibkan menandatangani pakta integritas dan mengikuti sistem pengelolaan akses berbasis user access matrix yang ditinjau secara berkala. Semua langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pemenuhan standar keamanan seperti ISO 27000.
Melalui kegiatan ini, Universitas Bakrie ingin memperkenalkan mahasiswa pada kebutuhan dunia industri agar mereka lebih siap menghadapi tantangan di era digital.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya