Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Rakor, Menteri Wihaji Bicara Bonus Demografi Menuju Indonesia Emas
Senin, 19 Mei 2025 14:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto fokus pada sektor kependudukan dan pembangunan keluarga untuk mengoptimalkan peluang bonus demografi.
"Untuk itu, penduduk harus dikelola secara tumbuh seimbang yang didasarkan pada suatu grand desain pembangunan kependudukan yang dijadikan framework dalam pembangunan,” kata Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji saat membuka Rapat Koordinasi Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting serta Gelar Pengawasan Nasional Tahun 2025 Kemendukbangga di Kantor Kemendukbangga, Jakarta, Senin (19/5/2025).
Wihaji mengungkapkan, arti penting bonus demografi yang kini dinikmati Indonesia.
Baca juga : Kembali Pimpin Tidar, Saras Siap Cetak Pemimpin Muda Menuju Indonesia Emas
Kata Wihaji, sekarang adalah periode krusial sehingga harus dimanfaatkan untuk mencapai pembangunan Indonesia Emas 2045.
"Dalam rangka mengkapitalisasi bonus demografi, maka manusia Indonesia harus berkualitas dan itu dimulai dari proses pembangunan keluarga,” tambahnya.
Peningkatan kualitas SDM, tambah Wihaji, harus dilakukan sejak dini secara holistik integratif berdasarkan pendekatan siklus kehidupan.
Baca juga : Swasembada Pangan dan MBG, Gerbang Menuju Indonesia Maju
Dia menambahkan, pelayanan antenatal yang cukup, termasuk nutrisi dan gizi seimbang di antaranya untuk pasangan usia subur atau wanita usia subur, mengurangi infant mortality ratio.
"Demikian juga persalinan, nifas dan neonatal menjadikan kehamilan yang sehat sehingga bisa mengurangi maternal mortality ratio, pemberian pelayanan bagi bayi agar berat badan lahir normal bagi anak sampai usia dua tahun melalui inisiasi menyususi dini (IMD) dan menyusui eksklusi," ucap politisi Partai Golkar itu.
Sementara bagi balita dan anak SD, peningatan kualitas SDM dilakukan dengan pemberian makanan tambahan dan susu (gizi seimbang). Sedangkan bagi remaja berupa pemberian konseling kesehatan termasuk kesehatan reproduksi.
Baca juga : Bamsoet Minta Polri Tindak Tegas Oknum Ormas Ganggu Keamanan dan Investasi
Untuk lansia melalui intervensi active ageing berdasarkan karakteristik lansia.
"Semua anggota keluarga harus peduli dalam pembentukan perilaku serta berpartisipasi dalam pengasuhan anak. Terutama ayah sebagai sosok kepala keluarga. Jangan sampai pengasuhan anak diambil alih oleh handphone,” beber Wihaji.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya