BREAKING NEWS
 

Pengusaha: Efisiensi Pemicu Ekonomi Lesu

Blokir Anggaran Dibuka, Cepat Dibelanjakan Dong

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Senin, 26 Mei 2025 07:00 WIB
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani. (Foto: Instagram/shintawidjajakamdani)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pelaku usaha menilai, penyebab utama melambatnya pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2025 karena kebijakan efisiensi anggaran. Oleh karena itu, Pemerintah didorong mempercepat realisasi anggaran. Terutama, untuk sektor yang memiliki dampak multiplier effects.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani mengingatkan, Pe­merintah harus mengedepankan prinsip belanja yang terukur dan bertanggung jawab, sembari tetap fokus pada program yang punya dampak langsung ke sektor riil.

“Belanja Pemerintah harus fokus pada program-program yang memiliki multiplier ef­fects. Seperti konsumsi rumah tangga, penciptaan lapangan kerja, dan produktivitas sek­tor riil, terutama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan industri padat karya,” ujar Shinta kepada Rakyat Merdeka, Minggu (25/5/2025).

Shinta menekankan pentingnya konsistensi dan eksekusi dalam menjalankan kebijakan. Menu­rutnya, dunia usaha membutuh­kan respons fiskal yang kuat, reformasi regulasi yang konkret, percepatan realisasi anggaran dan insentif yang benar-benar dirasakan pelaku usaha.

“Kami mendukung arah kebijakan Pemerintah, tapi perlu langkah progresif untuk men­jawab kebutuhan nyata di lapangan. Termasuk soal daya beli, kemudahan usaha, dan per­lindungan industri nasional dari tekanan eksternal,” tegasnya.

Baca juga : Saluran Air Mampet Dan Sungai Dangkal

Ia menyoroti realisasi pertum­buhan ekonomi kuartal I-2025 yang hanya 4,87 persen, dengan kontraksi kuartalan -0,98 persen. “Ini jadi alarm bahwa kita perlu kerja lebih keras, agar ekonomi bisa tumbuh di atas 5 persen,” ingat Shinta.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Akbar Himawan Buchari.

Dia menyebut efisiensi anggaran Pemerintah telah berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Komponen pengeluaran kon­sumsi Pemerintah yang selama ini jadi pemicu utama pertum­buhan, justru porak-poranda,” kata Akbar.

Adsense

Dia mencatat, pengeluaran konsumsi Pemerintah pada kuartal I-2025 minus 1,38 persen, padahal tahun lalu tumbuh 20,44 persen.

Baca juga : Kelly Tandiono, Cari Miss Indonesia Cantik Dan Inspiratif

Pengeluaran lembaga nonprofit (LNPRT) juga ikut melemah, hanya tumbuh 3,07 persen dari sebelum­nya 24,14 persen. Begitu juga kon­sumsi rumah tangga (PKRT), turun jadi 4,89 persen dari 4,91 persen di periode sama tahun lalu.

“Padahal porsi PKRTdalam Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 54,53 persen. Kalau konsumsi melemah, otomatis ekonomi lesu,” ujarnya.

Karena itu, Akbar mendesak, agar anggaran yang sudah dibu­ka blokirnya segera dibelanjakan oleh para pejabat negara.

“Belanja Pemerintah sangat berkaitan dengan kinerja konsumsi masyarakat. Kalau masyarakat masih menahan be­lanja, ekonomi tak akan meng­geliat,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indra­wati memastikan efisiensi tetap akan jadi fokus utama dalam pe­nyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2026.

Baca juga : Vanesha Prescilla, Tak Pernah Punya Obsesi Jadi Artis

Penegasan ini disampaikannya menanggapi rencana penghematan dalam belanja negara tahun depan.

“Pasti dilakukan efisiensi anggaran. Jadi kalau mau disam­paikan, jawaban saya tegas, iya dilakukan,” kata Sri Mulyani, Selasa (20/5/2025).

Dia menjelaskan, strategi efisiensi akan diarahkan pada delapan pro­gram prioritas yang tercantum dalam Asta Cita Presiden terpilih.

Evaluasi terhadap kinerja Kementerian dan Lembaga akan menjadi dasar penyusunan pagu anggaran.

“Langkah-langkah efisiensi mereka tentu akan masuk da­lam pertimbangan penyusunan APBN,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense