Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Blusukan Ke Ngawi
Gibran Turun Ke Sawah, Tanam Padi Bareng Petani
Minggu, 25 Mei 2025 07:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengisi akhir pekan dengan blusukan ke Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (24/5/2025). Di sana, Gibran turun langsung ke sawah untuk menanam padi, berdialog dengan petani, hingga mengecek penggilingan. Kepada para petani, Gibran menyampaikan, jika punya keluhan, pemerintah siap membantu.
Gibran tiba di Desa Gempel, Kecamatan Geneng, Ngawi, pada pagi hari. Mantan Wali Kota Solo itu tampil kasual dengan kemeja lapangan biru muda yang digulung hingga siku. Sepatu bot warna hijau menempel di kakinya. Dia tak sendiri. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turut mendampingi.
Kehadiran mereka disambut hangat oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen Rafael Granada Baay, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, serta Bupati Ngawi Oni Anwar Harsono.
Baca juga : Aksi BMK 1957 Bantu Golkar Jangkau Warga
Sebelum menyapa dan berbincang dengan para petani, Gibran langsung turun ke sawah. Putra sulung Presiden ke-7 Jokowi itu ikut menanam padi jenis Inpari 32 menggunakan mesin Rice Transplanter.
Dia tampak antusias mendorong alat tanam modern itu, meski harus berlepotan lumpur. Gibran kemudian menyerahkan secara simbolis bantuan alat dan mesin pertanian, termasuk 1 unit combine harvester dan 13 unit traktor roda dua.
Selesai tanam, Gibran langsung duduk di bangku bersama Kelompok Tani. Dia menyampaikan apresiasi atas kerja keras semua pihak yang telah memastikan kelancaran pupuk, air irigasi, hingga produksi panen yang terus meningkat.
Baca juga : Mendagri: Kami Akan Beri Treatment Khusus
“Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kita saat ini mencapai 3,9 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Ini kerja keras semua pihak, termasuk TNI dan Polri dalam memberantas mafia pupuk,” kata Gibran, seperti dikutip dari keterangan Setwapres, Sabtu (24/5/2025).
Gibran juga menyampaikan komitmen pemerintah menyelesaikan berbagai permasalahan petani, seperti air, pupuk, dan benih, agar target swasembada pangan dapat terus dijaga. Dia pun mengajak para petani untuk tidak ragu menyampaikan langsung keluhan kepada pemerintah daerah maupun pusat.
Mewakili para petani, Bupati Ngawi Oni Anwar Harsono menyampaikan, varietas padi Inpari 32 menjadi pilihan utama petani Ngawi karena hasilnya maksimal saat musim kemarau, tahan hama, dan memiliki batang pendek yang kokoh sehingga tidak mudah rebah.
Baca juga : DPR Kepincut Sistem Smart Vertical Farming Di China
“Inpari 32 ini varietas yang diminati di Kabupaten Ngawi. Hasilnya juga maksimal di kala MK (musim kemarau), tahan hama karena dia pendek dan batangnya besar,” ujarnya.
Mentan Amran yang turut hadir mendampingi Wapres, menanggapi permintaan tambahan alat mesin pertanian dari petani Ngawi, dan Wapres menyetujui penambahan dua unit combine harvester dan dua unit rotavator untuk mendukung peningkatan produksi pangan.
“Tapi tolong ini milik Gapoktan, bisa dipakai. Nantinya, jangan sewanya yang mahal-mahal. Ya, turun dikit. Tetapi, jangan gratis. Kenapa? Supaya ada biaya perbaikan nanti,” ujarnya. Bantuan ini dijadwalkan tiba pada hari Minggu mendatang.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya