Dark/Light Mode

Pemicu Banjir Di Sejumlah Titik Di Jakbar

Saluran Air Mampet Dan Sungai Dangkal

Senin, 26 Mei 2025 06:50 WIB
Anak-anak bermain air banjir yang menggenangi, Gang Adam, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (21/5/2025). (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)
Anak-anak bermain air banjir yang menggenangi, Gang Adam, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (21/5/2025). (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah titik langganan banjir di Jakarta Barat (Jakbar) disinyalir bukan semata-mata disebabkan curah hujan tinggi. Tetapi akibat buruknya tata kelola drainase atau saluran air. Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diharapkan segera merevitalisasinya.

Hujan deras menyebabkan sejumlah titik di wilayah Jakbar kebanjiran pada Rabu (21/5/2025). Seperti di Taman Pemakaman Umum (TPU) Te­gal Alur-Kalideres, Duri Kepa, Kampung Guji Baru dan Pasar Patra yang menjadi langganan genangan dengan ketinggian air 30-60 centimeter (cm). Ang­gota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI pun me­nyuarakan agar saluran air di Jakbar direvitalisasi.

Menurut Anggota DPRD DKI Jakarta Ahmad Ruslan, TPU Te­gal Alur, kerap terendam banjir jika hujan. Karena itu, dia me­minta pembangunan saluran air di wilayah tersebut dimaksimalkan.

Baca juga : Kelly Tandiono, Cari Miss Indonesia Cantik Dan Inspiratif

Saat Ahmad menjalani pro­gram reses di RT 3 dan 9, RW 13, Tegal Alur, banyak warga yang meminta dibuatkan saluran air. Termasuk saluran air di TPU Tegal Alur.

“Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI belum optimal mem­bangun saluran air di wilayah ini,” tandasnya, Kamis (22/5/2025).

Akibatnya, kata Ahmad, ka­wasan itu sering banjir saat hujan deras. “Waktu reses, warga ada yang mengadu bahwa setiap banjir bau. Tolong ini jadi satu perhatian,” pintanya.

Baca juga : Vanesha Prescilla, Tak Pernah Punya Obsesi Jadi Artis

Hal serupa disuarakan Ang­gota DPRD DKI Kevin Wu. Dia prihatin atas situasi ini. “Banjir bukan lagi sekadar bencana alam, melainkan bencana tata kelola yang berulang setiap musim hujan,” kata politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini, Kamis (22/5/2025).

Menurut Kevin, cuaca tak bisa terus-terusan disalahkan. Masalah utamanya adalah sistem drainase buruk, saluran air ter­sumbat dan kali yang dangkal.

“Tidak ada koordinasi yang baik antar Dinas terkait. Ini masalah manajemen dan kepemimpinan,” tandas Anggota Komisi A DPRD DKI ini.

Baca juga : Beribadah, Dapat Uang Saku Rp 8,6 Juta

Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI, Jakarta me­miliki sekitar 4.000 kilometer (Km) drainase. Namun, menurut Kevin, hanya sekitar 30 persen yang rutin dibersihkan.

“Banyak saluran air di permu­kiman padat penduduk, seperti Guji Baru yang sudah tidak lagi mampu menampung debit air, karena sedimentasi dan penyempitan,” ujarnya di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Ja­karta Pusat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.