BREAKING NEWS
 

Kinerja Dan Strategi Bisnis Moncer, Saham BSI Diproyeksi Bisa Tembus Rp 3.900

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Senin, 26 Mei 2025 19:52 WIB
Harga saham BSI diproyeksi bakal bersinar dengan target harga tembus Rp 3.900 berkat kinerja fundamental yang moncer dan strategi bisnis yang tepat. (Ilustrasi BS

RM.id  Rakyat Merdeka - Harga saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI diproyeksi bakal bersinar dengan target harga tembus Rp 3.900. 

Hal itu lantaran didorong berkat kinerja fundamental yang moncer dan strategi bisnis yang tepat. Pada perdagangan Senin (26/5/2025), harga BRIS sempat melonjak 1,7 persen atau Rp 50 menjadi Rp 2.990 per lembar saham saham. 

Senior Equity Research Analyst PT Ciptadana Sekuritas Asia Erni Marsella Siahaan mengatakan, peringkat beli BRIS tetap dipertahankan dengan target harga menembus Rp 3.900 per saham. 

"Harga BRIS bisa menembus Rp3.900 per saham, yang menyiratkan PBV 3,5 kali tahun 2025 dengan kemungkinan pertumbuhan pembiayaan yang positif di tengah ketatnya pasar likuiditas secara nasional," tulis Erni dalam hasil risetnya, yang dikutip Senin (26/5/2025). 

Erni menjelaskan, kinerja fundamental tersebut. Pendapatan non-margin melonjak sebesar 42 persen secara tahunan, terdorong oleh pertumbuhan yang kuat dalam pembiayaan emas, treasury, dan e-channel.

Baca juga : ICWA Bahas Peran Strategis Indonesia Di Pasifik: Ekonomi Hingga Pembangunan

Ketiga aspek tersebut masing-masing naik sebesar 52 persen, 47 persen, dan 34 persen secara tahunan. 

Hal tersebut, kata dia, mendorong pendapatan non-bunga terhadap ke rekor tertinggi sebesar 28 persen pada kuartal I-2025. 

Sebagai Gambaran, penaikannya sebesar 25 persen pada kuartal IV-2024 dan 22 persen pada kuartal I-2024. 

Strategi bisnis ini yang menjadi sorotan bagi Erni. Terlihat dari operating expenditure (Opex) perseroan yang meningkat sebesar 16,5 persen secara tahunan.

Adsense

“Menurut pandangan kami, mengingat ekspansi agresif bank dalam infrastruktur fisik dan digital,” katanya. 

Baca juga : Bahas Kerja Sama Strategis, Delegasi Inggris Temui Menhan Sjafrie

Erni menyebut, misalnya, jaringan ATM dan CRM meningkat dua kali lipat menjadi 5.500 unit. Lalu, EDC meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi lebih dari 500 ribu unit, di samping bisnis emasnya yang terus berkembang. 

Cost to income ratio (CIR) pun dikelola dengan baik oleh manajemen perseroan yaitu kurang dari 49 persen pada kuartal I-2025. 

Dibandingkan dengan 58 persen pada kuartal IV-2024. Ciptadana Sekuritas juga memperkirakan pertumbuhan eksponensial dari bisnis emas. Momentum ini dinilai akan terus berlanjut. 

“Bisnis emas melonjak 82 persen secara tahunan, didorong oleh penunjukan BRIS sebagai bank emas dan meningkatnya antusiasme terhadap transaksi emas,” ucapnya. 

Erni menambahkan, nasabah bisnis emas melonjak menjadi 17.000 pelanggan baru pada Maret 2025. Peningkatan itu sangat tajam dari hanya rerata 1.000 pelanggan per bulan sepanjang 2024.

Baca juga : Kinerja Moncer, Investasi ESDM 2024 Tembus Rp515 Triliun

Sementara itu, pembiayaan segmen korporasi BSI juga meningkat menjadi 13 persen secara tahunan hingga kuartal I/2025. 

Pertumbuhan terkonsentrasi di sektor-sektor seperti infrastruktur, telekomunikasi, minyak sawit, perawatan kesehatan, dan listrik. 

Pihaknya juga menyoroti kinerja BRIS dalam menumbuhkan basis pendanaan yang kuat dan berbiaya rendah.

Rekening tabungan haji diharapkan memberikan kontribusi lebih besar terhadap tabungan Wadiah, dengan perolehan nasabah bulanan meningkat tajam menjadi lebih dari 110.000, dibandingkan dengan rata-rata 50.000 per bulan pada tahun lalu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense