Dark/Light Mode

Digitalisasi Dan Optimalisasi Bisnis Berbuah Manis

Laba Bersih Mandiri Tembus Rp 42 Triliun

Jumat, 1 November 2024 07:05 WIB
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi (tengah), Direktur Teknologi Informasi Timothy Utama (kiri) dan Direktur Keuangan dan Strategi Sigit Prastowo (kanan) saat foto bersama dalam acara paparan kinerja Bank Mandiri Triwulan III-2024 di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (30/10/2024). Foto: ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR/YU
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi (tengah), Direktur Teknologi Informasi Timothy Utama (kiri) dan Direktur Keuangan dan Strategi Sigit Prastowo (kanan) saat foto bersama dalam acara paparan kinerja Bank Mandiri Triwulan III-2024 di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (30/10/2024). Foto: ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR/YU

RM.id  Rakyat Merdeka - Strategi perluasan ekosistem berbasis digital dan optimalisasi bisnis yang dijalani PT Bank Mandiri (Persero), berbuah manis. Bank pelat merah itu meraup laba bersih Rp 42 triliun atau melesat 7,56 persen secara year on year (yoy).

Direktur Utama Bank Man­diri Darmawan Junaidi mengatakan, fungsi intermediasi tersebut diimbangi dengan per­tumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) secara konsolidasi, yang tumbuh sebesar 14,9 persen yoy menjadi Rp 1.667,5 triliun.

Peningkatan DPK tersebut ditopang oleh pertumbuhan dana giro, yang meningkat 17,8 persen menjadi Rp 596 triliun, dan tabungan yang melesat 12,6 persen menjadi Rp 635 triliun.

Baca juga : Pemerintah Dongkrak Industri Padat Karya

“Capaian ini juga didukung re­alisasi kredit Bank Mandiri secara konsolidasi mencapai 20,8 persen secara yoy menjadi Rp 1.590 triliun per kuartal III tahun 2024,” kata Darmawan dalam paparan kinerja kuartal III-2024 secara virtual, Rabu sore (30/10/2024).

Darmawan menuturkan, per­tumbuhan tersebut juga antara lain ditopang oleh kredit seg­men wholesale, yang merupakan core business Bank Mandiri.

Capaian tersebut diikuti kuali­tas aset yang terjaga dan semakin membaik, tercermin secara bank-only rasio kredit bermasalah atau rasio NPL (Non Performing Loan) Bank Mandiri sebesar 0,97 persen, atau turun 39 basis poin (bps) secara tahunan.

Baca juga : Hadapi Banjir, DKI Siagakan Pompa Dan Peralatan Berat

Pertumbuhan kredit juga ter­jadi di seluruh segmen. Pertum­buhan terbesar masih ditopang oleh kredit segmen korporasi, yang naik 29,4 persen yoy men­jadi Rp 581 triliun. Demikian juga segmen mikro produktif, yang naik 13,04 persen yoy dan SME (Small Medium Enter­prise) tumbuh 13,7 persen yoy.

“Bank Mandiri konsisten memperkuat perannya sebagai agen perubahan dengan menyalurkan kredit ke sektor riil, guna mendukung ekonomi masyara­kat dan perekonomian Indone­sia,” tegas Darmawan.

Tak hanya itu, bank berlogo pita kuning ini juga mempertegas komitmennya terhadap ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga September 2024, KUR yang disalurkan Mandiri telah mencapai Rp 32,2 triliun, dan menjangkau lebih dari 293 ribu pelaku UMKM.

Baca juga : Debut Nistelrooy Tampil Manis

Di kesempatan yang sama, Direktur Keuangan & Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo menuturkan, perseroan akan terus memfokuskan pertumbuhan kredit pada sektor-sektor strategis secara berkelanjutan.

Seperti Pertanian & Perkebu­nan, Telekomunikasi, Energi, Industri Makanan dan Minuman dan sektor-sektor padat karya di berbagai wilayah.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.