Dark/Light Mode

Kinerja Moncer, Investasi ESDM 2024 Tembus Rp515 Triliun

Senin, 3 Februari 2025 17:28 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM Bahlil Lahadalia memberikan pemaparan saat konferensi pers capaian kinerja sektor ESDM 2024 di Jakarta, Senin 3/2/2025. Foto: PATRARIZKI SYAHPUTRA/RM
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM Bahlil Lahadalia memberikan pemaparan saat konferensi pers capaian kinerja sektor ESDM 2024 di Jakarta, Senin 3/2/2025. Foto: PATRARIZKI SYAHPUTRA/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memaparkan capaian kinerja sektor ESDM sepanjang 2024. Menurut Bahlil, kementeriannya berhasil mencatat berbagai pencapaian positif yang mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan energi demi mewujudkan swasembada energi. 

Berbagai capaian itu antara lain realisasi investasi sektor ESDM, Penerimaan Nasional Bukan Pajak (PNBP), lifting minyak dan gas bumi (migas), peningkatan pemanfaatan gas dan batubara domestik, penurunan emisi sektor energi, hingga peningkatan produksi biodiesel.

Baca juga : Industri Manufaktur Beri Sinyal Positif Ekonomi RI

"Kementerian ESDM salah satu yang diberi tugas untuk menjalankan dan menyukseskan serta mengeksekusi program prioritas Pak Presiden. Program prioritas Pak Presiden ini minimal ada empat. Yaitu pertama adalah kedaulatan pangan, kedua kedaulatan energi, ketiga hilirisasi dan yang keempat adalah makanan bergizi, di samping ada program-program yang lain," kata Bahlil, dalam konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (3/2/2025). 

Bahlil menjelaskan, selama tahun 2024, realisasi investasi sektor ESDM mencapai 32,3 miliar dolar AS meningkat dibandingkan dengan tahun 2023 dengan realisasi sebesar 29,9 miliar dolar AS. Berdasarkan angka tersebut, investasi untuk subsektor migas menjadi yang terbesar dengan nilai 17,5 miliar dolar AS diikuti oleh mineral dan batubara (minerba) 7,7 miliar dolar AS. Ketenagalistrikan sebesar 5,3 miliar dolar, dan Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) sebesar USD1,8 miliar.

Baca juga : Meroket, Investasi Manufaktur Tahun Lalu Tembus Rp 721 Triliun

"Akumulasi total investasi sektor ESDM tahun 2024 sebesar USD32,3 miliar, atau sekitar Rp515 triliun. Di migas sedikit naik dari USD14,9 miliar ke USD17,5 miliar, kurang lebih USD2,6 miliar lebih besar ketimbang 2023 atau hampir kurang lebih Rp40 triliun. Ini dalam rangka untuk mendorong peningkatan lifting migas," jelas Bahlil.

Sementara itu, PNBP sektor ESDM melampaui target hingga 115 persen, dengan realisasi mencapai Rp269,5 triliun dari target sebesar Rp234,2 triliun. "Terdiri dari migas sebesar Rp110,9 triliun, minerba Rp140,5 triliun, EBTKE Rp2,8 triliun, dan lainnya Rp15,4 triliun. Ini terjadi penurunan PNBP di sektor minerba, kenapa? Karena harga global lagi turun, tapi kita bersyukur meski harga komoditas minerba lagi turun, tapi target PNBP kita dari sektor ini masih bisa tumbuh, yang tadinya (target) Rp113 triliun, menjadi Rp140,5 triliun," pungkasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.