RM.id Rakyat Merdeka - Merayakan 500 tahun Jakarta, Indonesian Fashion Week (IFW) 2025 bersama denganIndonesian Gastronomy Community (IGC) menggelar talkshow inspiratif Gastronomi Betawi: Tradisi Rasa dalamRitme Gaya Hidup Modern dan Berkelanjuta di Creative Stage, Jakarta Convention Center, 28 Mei 2025 lalu.
Kegiatan ini menghidupkan kembali kuliner Betawi sebagai identitas budaya, memberdayakan UMKM, dan mempromosikan gaya hidup berkelanjutan melalui kolaborasi Pemda DKI Jakarta dan BTN Prioritas.
Dengan tema Ronakultura Jakarta, talkshow ini menyoroti kekayaan kuliner Betawi seperti: soto Betawi, asinan sayur dan semur jengkol, yang mencerminkan perpaduan budaya Melayu, Tionghoa, Arab, dan Belanda.
Namun, tantangan globalisasi mengancam eksistensi kuliner tradisional. Survei IGC 2024 mengungkap hanya 30 persen generasi muda Jakarta mengenal lebih dari tiga jenis makanan Betawi. UMKM kuliner juga menghadapi kendala inovasi penyajian dan promosi digital.
Baca juga : Bank Mandiri Perkuat Pembiayaan Di Industri Pelayaran Dan Galangan kapal
“Kuliner Betawi adalah ceritakeberanian budaya dan kreativitas. Talkshow ini mengajakkita menjaga rasa Jakarta agar tetap hidup di hati dan meja makan,” ujar Ria Musyawan, Ketua Umum IGC.
Acara ini menghadirkan narasumber berpengaruh: Gilang Wicaksono (pelaku bisnis kuliner), Uray Ayu (BTN Prioritas), None Rara (Abang None Jakarta Timur 2018), dan Paramitaningrum (pengamat budaya dan diplomasi).
Mereka mendiskusikan sejarah gastronomi Betawi, inovasiseperti semur jengkol dan asinan dalam kemasan modern, serta peran gastro diplomasi untuk mempromosikan kuliner Betawi secara global.
“BTN Prioritas mendukung UMKM kuliner melalui program dining eksklusif dan festival kuliner, mengangkat cita rasa Nusantara,” kata Uray Ayu.
Baca juga : Beckham Siap Jawab Kepercayaan Patrick Kluivert
None Rara menambahkan, makanan seperti bir pletok, yang non-alkohol dan menghangatkan, mudah diperkenalkan ke dunia sebagaiciri khas Betawi.
Talkshow yang dimoderatori oleh Nia Sarinastiti ini juga membahas keberlanjutan, mendorong penggunaan bahan lokaldan praktik ramah lingkungan. Sesi Q&A melibatkan audiens, termasuk mahasiswa Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Indonesia, dan pelaku UMKM, yang mengusulkan pusat kuliner Betawi dan inovasi fusion seperti steak bumbu gulai.
Kegiatan ini menargetkan peningkatan kesadaran budaya, pemberdayaandan UMKM.
“Kami berkomitmen melestarikan gastronomi Betawi sebagai identitas bangsa, sekaligus mendorong UMKM naik kelas,” ujar Poppy Dharsono, Penyelenggara IFW 2025.
Baca juga : Ibas Sowan ke Museum Rudana, Ketua AMI: Kepedulian Terhadap Warisan Budaya
Media, komunitas, dan masyarakat diundang bergabung dalam kampanye ini. Diselenggarakan oleh IFW dan IGC dengan dukungan BTN Prioritas, untuk merayakan budaya Indonesia melalui fashion, seni, dan kuliner dengan tema Ronakultura Jakarta. Indonesian Gastronomy Community (IGC) sebuah komunitas non-profit Pecinta Makanan Indonesia yang mempunyai visi sebagai pelestari makanan dan minuman dengan bertekad memperkuat makna Indonesia melalui makanan dan minumananak bangsa. Hal ini untuk menghargai kekayaan makanan dan minuman Indonesia mulai dari nilai sejarah hingga tren masa kini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.