BREAKING NEWS
 

Jika Pasokan Kurang, Bisa Impor

Kawasan Industri Ingin Gas Murah Dan Kompetitif

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Jumat, 20 Juni 2025 07:00 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Dok. Kemenperin).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus mendorong penguatan sektor industri nasional. Salah satunya melalui dukungan terhadap pengembangan kawasan industri.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kawasan industri berperan penting menarik investasi, menciptakan lapangan kerja dan mendorong pemerataan pembangunan.

Saat ini, Indonesia memiliki 170 kawasan industri dengan tingkat okupansi mencapai 58,39 persen. Dalam lima tahun terakhir, tercatat penambahan 52 kawasan industri baru yang menunjukkan meningkatnya minat investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

Baca juga : Buka 24 Jam, Taman Diisi Acara Seni Dan Literasi Dong

Agus mengatakan, salah satu tantangan utama yang dihadapi sektor industri adalah pasokan gas dengan harga yang kompetitif. Meski Pemerintah telah menerbitkan kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), implementasinya masih belum berjalan optimal di lapangan.

“Gas ini menjadi masalah klasik. Memang masalahnya adalah di lapangan,” kata Agus.

Sebagai solusi, mantan anggota DPRini membuka peluang bagi kawasan industri atau gabungan kawasan industri mengimpor gas jika pasokan dalam negeri tidak mencukupi, baik dari segi kuantitas maupun harga.

Baca juga : Boca Juniors Vs Bayern Munchen, Target Santapan Nikmat

Politisi Partai Golkar ini mengaku telah menyampaikan gagasan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto dan sudah menyiapkan konsep Peraturan Presiden (Perpres) untuk mendukung kebijakan ini.

“Apabila supply gas nasional tidak mencukupi, baik kuantitas maupun harganya tidak sesuai regulasi HGBT, maka kawasan industri seharusnya diberikan fleksibilitas untuk mendatangkan gas dari sumber lain, termasuk dari luar negeri,” ujar Agus.

Adsense

Kendati begitu, dia menekankan rencana impor gas ini memerlukan kesiapan infrastruktur dan investasi yang tidak sedikit.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense