Sebelumnya
Karena itu, Pemerintah perlu mengambil langkah serius dan terkoordinasi untuk menjamin pasokan dan harga gas yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Memang menyedihkan. Setiap saya ketemu dengan calon investor, permasalahannya bagaimana kita bisa memastikan gas tersedia dengan harga yang baik dan supply sesuai kebutuhan industri,” ungkapnya.
Baca juga : Buka 24 Jam, Taman Diisi Acara Seni Dan Literasi Dong
Agus juga menegaskan, kebijakan HGBT telah menjadi kesepakatan bersama antarkementerian. Yakni Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian Keuangan.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Akhmad Ma’ruf Maulana meminta dukungan Pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, untuk memastikan ketersediaan gas dengan harga terjangkau.
Baca juga : Boca Juniors Vs Bayern Munchen, Target Santapan Nikmat
“Menyangkut gas, memang sangat memberatkan. Teman-teman pelaku industri ingin lebih kompetitif. Kami berharap betul-betul diadvokasi dan diberi ruang, dengan harga spesial untuk kawasan industri,” harap Ma’ruf.
Dia mengatakan, HKI akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Termasuk membuka opsi impor jika pasokan dalam negeri tak mencukupi.
Baca juga : Formula 1, Thailand Rogoh Rp 20 T Untuk Jadi Tuan Rumah
HKIjuga berkomitmen memberi masukan agar kawasan industri dapat memperoleh energi murah dan kompetitif. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Jumat, 20 Juni 2025 dengan judul "Jika Pasokan Kurang, Bisa Impor Kawasan Industri Ingin Gas Murah Dan Kompetitif"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.