BREAKING NEWS
 

Dukung Pemerintah, HIMKI Tawarkan Lima Jurus Hadapi Tarif AS

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 30 Juni 2025 17:14 WIB
Industri mebel dan kerajinan. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menjelang diberlakukannya kebijakan tarif baru oleh Amerika Serikat pada 9 Juli 2025, Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) mengajak pemerintah untuk mengambil langkah strategis guna memperjuangkan tarif preferensial bagi produk ekspor asal Indonesia.

Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur menyampaikan, isu tarif ini telah dibahas secara intensif bersama Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Anindya Bakrie, dan jajaran pengurus inti KADIN Pusat dalam pertemuan yang digelar pada Selasa, 24 Juni 2025. Dalam kesempatan itu, KADIN menegaskan komitmennya terhadap penguatan daya saing ekspor nasional, yang didukung penuh oleh HIMKI.

“Ekspor mebel dan kerajinan Indonesia ke Amerika Serikat mencapai 1,33 miliar dolar AS, atau sekitar 54 persen dari total ekspor sektor ini. Industri ini menyerap lebih dari tiga juta tenaga kerja, baik langsung maupun tidak langsung,” ujar Sobur, Senin (30/6/2025).

Ia menambahkan, tarif ekspor yang kompetitif akan membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi pusat produksi global. Sebaliknya, jika tarif Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara pesaing seperti Vietnam dan Malaysia, potensi kehilangan pasar sangat besar.

Baca juga : Piala Dunia Antarklub, Inter Milan Siap Hadapi Fluminense

Menurut Sobur, penetapan tarif ekspor yang lebih rendah dapat menjadi pendorong utama peningkatan ekspor nasional. Sobur menyebut bahwa Indonesia berpotensi menciptakan lima hingga enam juta lapangan kerja baru dan meningkatkan nilai ekspor hingga 6 miliar dolar AS dalam lima tahun ke depan.

“Tarif ekspor bukan sekadar angka. Ini menyangkut nasib jutaan pekerja serta masa depan industri strategis kita,” ucapnya.

Abdul Sobur. (Foto: Ist)
Adsense

Lebih lanjut, Sobur menyambut baik langkah Presiden RI yang tengah mendorong deregulasi secara menyeluruh. Sobur menilai momentum ini harus digunakan untuk menghapus berbagai hambatan usaha, khususnya bagi sektor ekspor mebel dan kerajinan.

Ia menekankan, pentingnya penyelarasan kebijakan dengan praktik negara pesaing agar regulasi yang dihasilkan benar-benar mendukung iklim usaha dan perdagangan global.

Baca juga : Mandiri Dukung Program Prabowo, Siap Salurkan 25 Ribu Rumah Subsidi

Sebagai bagian dari dukungan terhadap pemerintah, HIMKI mengajukan lima strategi utama. Pertama, Diplomasi Tarif Ekspor dengan memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis jangka panjang AS dan menekankan pentingnya keseimbangan perdagangan. Kedua, Diversifikasi Pasar dengan mendorong percepatan perjanjian IEU–CEPA dan ekspansi ke pasar BRICS serta Timur Tengah melalui misi dagang aktif.

Ketiga, Reformasi Ekosistem Ekspor dengan menyederhanakan prosedur ekspor, termasuk pembebasan SVLK untuk produk hilir dan percepatan layanan logistik. Keempat, Insentif Fiskal dengan pembebasan PPN, restitusi yang dipercepat, pembiayaan murah di bawah enam persen, dan insentif pajak penghasilan untuk eksportir berkontribusi besar.

Dan kelima, Perlindungan Pasar Dalam Negeri dengan pengetatan impor untuk melindungi pasar lokal dan sebagai penyangga jika ekspor ke AS menurun.

Mengakhiri pernyataannya, Abdul Sobur menegaskan kesiapan HIMKI menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor industri mebel dan kerajinan nasional.

Baca juga : Dasco: Pemerintah Siapkan Langkah Terbaik Selamatkan WNI di Daerah Konflik

“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha, kita bisa mengangkat posisi Indonesia sebagai pusat produksi global, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju dua digit,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense