Dark/Light Mode

Pemerintah Siapkan 5 Jurus Jaga Daya Beli

Banyak Negara Iri Kue Ekonomi RI Makin Besar

Minggu, 15 Juni 2025 07:00 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah optimistis mampu mempertahankan fundamental ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global. Untuk mewujudkannya, Pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah strategis. Salah satunya, lima stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat.

Bank Dunia dan Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) kompak memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 menjadi 4,7 persen. Pemerintah sudah merespons penurunan proyeksi pertumbuhan itu dengan mengeluarkan kebijakan untuk memperkuat daya beli masyarakat dan mendorong investasi agar target Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tetap tercapai.

Revisi proyeksi ini mengindikasikan penurunan kinerja ekonomi dari perkiraan pertumbuhan ekonomi sebelumnya masing-masing sebesar 5 persen dan 4,9 persen.

Dalam laporan Global Economic Prospects edisi Juni 2025, Bank Dunia menyebut meningkatnya ketegangan perdagangan global dan kebijakan proteksionis negara maju menjadi faktor utama pelemahan ekonomi dunia, termasuk Indonesia.

Hal senada juga disampaikan OECD yang melihat risiko global semakin tinggi.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, Pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif guna menjaga daya beli masyarakat sebagai penopang utama pertumbuhan.

Baca juga : Israel Serang Iran, Perang Makin Membara

Salah satunya, lima paket sti­mulus yang baru diluncurkan untuk menopang sektor padat karya.

“Ke depan kita harus bisa menjaga daya beli masyarakat agar pertumbuhan tetap terjaga,” kata Airlangga, Kamis (5/6/2025).

Airlangga menjelaskan, perlambatan ekonomi global  dipicu perang tarif yang berdampak pada terganggunya rantai pasok dan bisa memotong pertumbuhan negara-negara hingga 0,7 persen.

Meski begitu, Pemerintah tetap optimistis dengan berbagai kebijakan bisa mempertahankan fundamental ekonomi nasional.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menambahkan, Pemerintah fokus pada strategi jangka menengah dan panjang di tengah ketidakpastian global.

Dia menegaskan pentingnya penguatan fondasi pembangun­an berbasis Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, terutama dalam pengelolaan sumber daya alam, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Baca juga : Koper Penuh Oleh-oleh, Jemaah Haji "Berihram" Kembali Saat Pulang

“Kalau kita ikut gaya global yang hanya jangka pendek, kita tidak akan ke mana-mana,” ujar Suahasil dalam pernyataan tertulis, Kamis (12/6/2025).

Ia juga menyoroti delapan prioritas pembangunan nasional atau Astacita, termasuk keta­hanan pangan, energi, kesehatan, pendidikan, serta percepatan investasi dan perdagangan global.

Anggaran belanja negara dalam APBN 2025 sebesar Rp 3.621 triliun diarahkan untuk mendukung sektor-sektor prio­ritas tersebut.

Meski mengalami perlambatan dibanding kuartal I-2024, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 yang mencapai 4,87 persen dinilai masih relatif kuat.

“Negara lain iri karena kue ekonomi kita membesar, meski pertumbuhannya sedikit melambat,” kata Suahasil.

Sementara itu, Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani menyebut, pentingnya penguatan konsumsi rumah tangga dan investasi agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

Baca juga : 4 Pulau Aceh Geser Ke Sumut Bikin Heboh, Tito Cs Lakukan Kajian Ulang

Dia menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai peluang menarik investor, termasuk dalam sektor industri pangan seperti pabrik susu.

Namun, Aviliani mengingatkan bahwa daya beli masyarakat menengah ke bawah masih lemah dan paket stimulus yang ada belum memberikan dorong­an signifikan.

“Pemerintah perlu memperkuat arah kebijakan dan memastikan stimulus benar-benar berdampak pada peningkatan daya beli masyarakat,” ujarnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.