BREAKING NEWS
 

Produk Kimia Impor Serbu Pasar RI

Menperin: Pemerintah Tak Diam, Komit Lindungi Industri Lokal

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Senin, 14 Juli 2025 07:00 WIB
Menteri Perindustrian (Men­perin) Agus Gumiwang Kartasas­mita. (Foto: Dok. Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menegaskan komitmennya untuk melindungi industri dalam negeri dari serbuan produk impor, khususnya produk bahan kimia seperti polyvinyl chloride (PVC) yang kian mengancam kelangsungan industri nasional.

Menteri Perindustrian (Men­perin) Agus Gumiwang Kartasas­mita mengatakan, kekhawatiran terhadap masuknya produk im­por dalam jumlah besar sudah dirasakan para pelaku industri karena bisa menggerus utilisasi dan perkembangan industri lokal. Salah satu upaya Pemerintah dalam mengatasi hal itu adalah dengan memperkuat diplomasi industri.

Dalam kunjungan kerja ke Jepang, Menperin bertemu dengan Pimpinan Asahi Glass Co. (AGC) Yoshihisa Horibe. Da­lam pertemuan itu, pihak AGC menyoroti derasnya arus masuk produk kimia impor, khusus­nya PVC, ke pasar Indonesia dan meminta Pemerintah segera memberikan tanggapan.

Menjawab keresahan tersebut, Menperin menegaskan Pemerintah tidak tinggal diam. Dite­gaskannya, Kemenperin terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan kementerian lain demi mencapai kebijakan strategis yang selaras dan meningkatkan daya saing industri.

Baca juga : Siapkan Anggaran Jumbo Rp 4 Triliun, DKI Gaspol Atasi Banjir

“Terdapat beberapa kebi­jakan yang menentukan ke­mandirian industri manufaktur. Seperti harga gas untuk industri (HGBT), pengendalian impor, dan pemberian insentif fiskal,” kata Agus, seperti dikutip Min­ggu (13/7/2025).

Agus menyebut, koordinasi lintas kementerian mutlak diper­lukan karena sejumlah kebijakan penentu daya saing industri berada di luar kewenangan Ke­menterian Perindustrian.

Ia optimistis, dengan adanya harmonisasi kebijakan lintas kementerian, daya saing industri nasional bisa tetap dijaga dan diperkuat, meski menghadapi tantangan global.

Adsense

Politisi Partai Golkar itu mengungkapkan, Kemenperin juga tengah mempercepat trans­formasi industri bahan kimia dalam negeri untuk mewujudkan industri yang produktif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.

Baca juga : Messi Dewa Amerika

Tak hanya fokus pada perlindungan industri, Menperin juga membahas komitmen Indonesia terhadap pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Pada per­temuan dengan AGC, ia meminta dukungan konkret perusahaan Jepang itu dalam menurunkan emisi karbon di sektor industri.

“Kami mengapresiasi komitmen dari AGC selama ini melalui ber­bagai langkah nyata yang telah diterapkan untuk mencapai Net Zero Emission, lewat sertifikasi dan penerapan bisnis yang telah sejalan dengan roadmap industri nasional,” ungkapnya.

Saat ini, AGC memiliki dua lini bisnis di Indonesia melalui PT Asahimas Chemical dan PT Asahimas Flat Glass, yang bergerak di industri petrokimia dan kaca lembaran.

Kedua perusahaan tersebut masih menggunakan batubara sebagai sumber energi utama. Menperin mendorong AGC, agar mempercepat langkah pen­gurangan emisi karbon.

Baca juga : Kejuaraan Voli Asia U-16, Garuda Muda Garang Kazakhstan Tumbang

“Sumber energi yang diguna­kan oleh PT Asahimas Chemical dan PT Asahimas Flat Glass per­lu dipertimbangkan, mengingat tujuan kita untuk mewujudkan industri hijau yang berkelanjutan. Sebagai alternatif, saat ini kami tengah mengkaji penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU),” tegasnya. Teknologi CCU memungkinkan karbon dioksida yang dihasilkan dari proses industri ditangkap, diproses, dan diubah menjadi produk yang berguna bagi sektor industri lainnya.

Teknologi ini dinilai lebih ekonomis dibanding Carbon Capture and Storage (CCS), karena mampu menghasilkan nilai tambah.

Guna mempercepat penerapan teknologi tersebut, Kemen­perin juga telah menjalin kerja sama dengan UWin Resources Regeneration Inc., perusahaan yang memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi Carbon Capture and Industrial Emission Reduction (CCIER).

Langkah-langkah tersebut menunjukkan keseriusan Pe­merintah dalam menciptakan industri nasional yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan, di tengah tekanan global dan tan­tangan perubahan iklim.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense