BREAKING NEWS
 

Karet Masih Jadi Andalan, PTPN I Bidik Pasar Eropa Dan AS

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Selasa, 29 Juli 2025 14:57 WIB
Perkebunan Nusantara I (PTPN I) optimistis terhadap prospek bisnis komoditas karet. (Foto: Dok. PTPN I)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah fluktuasi harga karet dunia, PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) tetap optimistis terhadap prospek bisnis komoditas karet.

Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas menegaskan, karet masih menjadi komoditas utama dan strategis bagi perseroan, terutama karena permintaan dari industri otomotif dan barang konsumsi yang masih tinggi.

"Saat ini kami mengelola lebih dari 64 ribu hektare tanaman karet di Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sulawesi. Karet masih menjadi core business kami, selain teh, kopi, kakao, dan tembakau," kata Teddy dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (29/7/2025).

Teddy mengatakan, transformasi bisnis yang dijalankan PTPN Group telah menetapkan PTPN I sebagai subholding yang fokus pada komoditas karet dan non komoditas lainnya.

Baca juga : Keren, Mahasiswa IPB Ajari Petani Prediksi Cuaca Sendiri

Delapan PTPN yang sebelumnya berdiri sendiri kini digabung ke dalam struktur baru, yang memprioritaskan efisiensi, perbaikan infrastruktur, dan peningkatan kinerja.

Teddy mengakui, fluktuasi harga karet dan kendala teknis agronomi menjadi tantangan, tapi perusahaan melakukan perbaikan menyeluruh dari hulu ke hilir.

"Mulai dari manajemen sadap, kecukupan tenaga kerja, hingga sistem produksi. Hasilnya, dua tahun terakhir menunjukkan tren kinerja yang progresif," ujar Teddy. 

Adsense

Ia menambahkan, kenaikan harga karet global dan iklim kemarau basah juga mendukung peningkatan produksi.

Baca juga : Kontranarasi Jadi Benteng Propaganda Radikal Di Ruang Digital

"Pada 2024, kinerja kami sudah naik. Tahun ini, tren itu terus berlanjut," ujarnya.

PTPN I juga memastikan bahwa produk olahan karet mereka diminati pasar global, terutama untuk kebutuhan industri otomotif yang belum bisa beralih dari karet alam ke karet sintetis.

"Kami tidak main-main soal kualitas. Produk premium seperti ban dan komponen otomotif masih setia menggunakan karet alam dari PTPN I," tutur Teddy.

Seiring peningkatan kualitas dan komitmen pada keberlanjutan, kata Teddy, ekspansi pasar pun meluas. Jika sebelumnya pasar utama adalah China dan India, kini produk karet olahan PTPN I mulai menembus pasar Eropa dan Amerika Serikat.

Baca juga : Waskita Karya Dan PLADCO Jalin Kemitraan, Bidik Proyek Rp2 Triliun Di Arab Saudi

"Lembaga-lembaga di Eropa sudah menerapkan standar EDR (environmental data retrieval), yang memastikan bahan baku karet tidak berasal dari lahan hasil deforestasi. Ini tantangan sekaligus peluang untuk kami dalam memperkuat praktik berkelanjutan," ujarnya.

Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo menambahkan, keberhasilan menembus pasar global tidak lepas dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).

"Ini adalah bukti nyata bahwa manajemen terus memperbaiki dan meningkatkan kinerja secara berkelanjutan," kata Aris.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense