BREAKING NEWS
 

Kantongi Pendapatan Rp 7,48 Triliun, Krakatau Steel Pede Kinerja Kian Moncer

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Kamis, 31 Juli 2025 07:05 WIB
Direktur Utama Krakatau Steel M. Akbar Djohan. (Foto: Instagram/akbardjohan.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya PT Krakatau Steel (Persero) Tbk memperbaiki kinerja keuangan menunjukkan hasil positif. Pada semester I-2025, pendapatan perseroan mengalami pertumbuhan. Perusahaan baja pelat merah ini pede, kinerja ke depan akan semakin baik.

Krakatau Steel meraih pendapatan sebesar 460,82 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 7,48 triliun se­lama semester I-2025. Angka tersebut tumbuh 3,63 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024, yakni sebesar 444,67 juta dolar AS (Rp 7,28 triliun).

Kendati pendapatan emiten pelat merah ini tumbuh, namun Krakatau Steel masih mengala­mi kenaikan kerugian.

Rugi berjalan perusahaan pada paruh pertama tahun ini sebesar 107,11 juta dolar AS (Rp 1,73 triliun), alias naik 66,96 persen dari 64,15 juta dolar AS (Rp 1,05 triliun) pada paruh pertama tahun sebelumnya.

Baca juga : Program UMKM BISA Ekspor Fasilitasi Produk Wong Cilik

Direktur Utama Krakatau Steel M. Akbar Djohan mengatakan, kinerja operasional menunjukkan perbaikan efisiensi, yang tercermin dari penurunan beban usaha sebanyak 16 persen menjadi 47,6 juta dolar AS (Rp 772,8 miliar) dari tahun sebe­lumnya.

“Hal ini menunjukkan komit­men Krakatau Steel dalam mem­perbaiki struktur biaya dan meningkatkan produktivitas,” kata Akbar dalam keterbukaan informasi BEI (Bursa Efek Indonesia), yang dikutip Rabu (30/7/2025).

Akbar menuturkan, meskipun emiten berkode saham KRAS ini masih menghadapi tantangan dari sisi non-operasional, seperti beban keuangan dan hasil in­vestasi di entitas asosiasi, namun perusahaan terus mengambil langkah strategis untuk mem­perkuat fundamental keuangan.

Selanjutnya, merujuk laporan keuangan yang dikeluarkan per­seroan, beban pokok pendapatan juga menebal menjadi 426,86 juta dolar AS (Rp 6,91 triliun) dari 396,44 juta dolar AS (Rp 6,49 triliun) secara tahunan atau year on year (yoy).

Baca juga : Satgas Mestinya Rajin Patroli Dan Kasih Edukasi

Akbar menyampaikan, Krakatau Steel juga menjaga sta­bilitas aset yang tercatat naik tipis sebesar 0,61 persen menjadi 2,91 miliar dolar AS (Rp 47,27 triliun) per 30 Juni 2025, dari 2,89 miliar dolar AS (Rp 47,37 triliun) pada 20 Juni 2024.

Akbar juga melaporkan, Krakatau Steel tengah memasuki fase baru operasional. Perseroan telah mengaktifkan fasilitas produk­si Hot Strip Mill 1 (HMS-1) pada awal tahun 2025.

Menurut Akbar, fasilitas ini menjadi bagian penting dalam strategi transformasi dan pemu­lihan bisnis.

Krakatau Steel juga menyatakan komitmennya untuk me­mantapkan integrasi di segmen baja maupun non baja, sebagai langkah diversifikasi dan penguatan daya saing.

Baca juga : Dea Annisa, Pasrah Dipanggil Dea Imut

Meski begitu, Akbar mengaku tetap optimistis terjadi perbaikan pada kinerja perusahaan pada semester kedua ini.

Menurut Akbar, perseroan fokus menjalankan strategi peningkatan kapasitas, efisiensi, serta kolaborasi dengan mitra strategis.

“Hal ini agar Krakatau Steel dapat memberikan kinerja yang lebih baik secara berkelanjutan,” ucapnya.

Adsense

Akbar mengaku, terdapat sejumlah langkah ekspansi yang akan dilakukan Krakatau Steel dalam jangka pendek hingga panjang. Di antaranya, mendukung sejumlah Proyek Strategis Nasional.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense