RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus berupaya meningkatkan layanan investasi. Salah satunya, layanan untuk para pebisnis disabilitas. Langkah itu dilakukan dengan mengembleng kapasitas para aparaturnya dan menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan.
Salah satu langkah yang telah dilakukan BKPM dengan menggelar Workshop Perspektif Disabilitas dan Layanan Ramah Disabilitas yang digelar di kantor pusat Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Sabtu (2/8/2025).
Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan Aliansi Disabilitas Nusantara serta menghadirkan fasilitator dari Gerakan Aksesibilitas Umum Nasional (GAUN). Fokus utama kegiatan ini, yakni peningkatan kapasitas aparatur dalam memberikan layanan publik yang adaptif terhadap kebutuhan aksesibilitas.
“Ini tidak sekadar kewajiban administratif atas amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Distabilitas. Tetapi juga mencerminkan upaya transformasi kelembagaan yang mendasar dalam memastikan hak-hak penyandang disabilitas terpenuhi. Termasuk di sektor perizinan dan penanaman modal,” ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani dalam keterangan resmi, Minggu (3/8/2025).
Baca juga : Pedagang Minta Relokasi Ditunda Setelah Idul Fitri
Melalui kegiatan tersebut, Rosan menegaskan komitmen kementeriannya dalam menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya ramah disabilitas. Tetapi membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi kelompok penyandang disabilitas dalam perekonomian nasional.
“Kami membangun prasarana sistem informasi, baik elektronik maupun non-elektronik yang mudah diakses. Yang terpenting, memastikan SDM kita terlatih dan memiliki empati untuk memberikan layanan yang responsif,” katanya.
Rosan menambahkan, kementerian telah menyiapkan formasi khusus bagi pegawai penyandang disabilitas. Serta membangun sarana fisik dan non-fisik yang inklusif di setiap lini pelayanan publik.
Di samping itu, pembinaan teknis secara berkelanjutan kepada pegawai terus dilakukan untuk memperkuat kompetensi dalam melayani seluruh lapisan masyarakat.
Baca juga : Brisia Jodie, Grogi Dirangkul Jonathan Alden
“Inklusivitas harus menjadi nilai budaya institusi. Dalam jangka panjang, kehadiran pelaku usaha disabilitas akan memperkaya ekosistem investasi nasional. Dan memperkuat basis ekonomi kerakyatan yang berkeadilan,” lanjut Rosan.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan penyandang disabilitas dalam kegiatan usaha dan investasi nasional.
“Disabilitas harus mempunyai hak yang sama. Pengusaha sebagai tonggak penggerak investasi dan ekonomi, adanya keterlibatan teman-teman disabilitas sendiri (menjadi pengusaha), akan membuat kita menjadi lebih baik,” ujarnya.
Workshop ini diikuti oleh aparatur dari berbagai unit pelayanan publik di lingkungan Kementerian Investasi dan Hilirisasi. Peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya penghormatan terhadap keberagaman. Dan penyediaan akses setara dalam pelayanan publik melalui pendekatan teori dan praktik langsung.
Baca juga : Hasto Hadiri Kongres Bali, Lembong Diam Di Rumah
“Upaya ini sekaligus menandai babak baru dalam pembentukan sistem investasi yang tidak hanya efisien, tetapi juga berkeadilan sosial,” kata Rosan.
Perwakilan GAUN David Eka Suryadinata mengapresiasi pelaksanaan workshop tersebut. Ia menilai, akses layanan perizinan seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) penting bagi pelaku usaha disabilitas. Dan mendorong kolaborasi lintas kementerian dalam pelatihan kewirausahaan.
“Harapan saya ke depannya Kementerian Investasi dan Hilirisasi bisa berkolaborasi dengan kementerian lain untuk memberikan pelatihan kepada pengusaha disabilitas agar mereka bisa lebih produktif lagi,” ujarnya. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.