RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo resmi menyandang gelar doktor Ilmu Ekonomi Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, setelah mempertahankan disertasi berjudul “Analisis Dinamis Kinerja Keuangan PT Kereta Api Indonesia (Persero): Pendekatan VECM”, Jumat (8/8/2025).
Dalam disertasinya, Didiek yang sukses meraih IPK 3,87 menekankan, keberlanjutan kinerja keuangan KAI tidak lepas dari strategi manajemen layanan yang terstruktur dan berorientasi pada pelanggan.
“Penelitian ini adalah kontribusi akademik saya, untuk memperkuat fondasi ilmiah dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan. Terutama, bagaimana kualitas layanan dapat menjadi pengungkit profitabilitas jangka panjang,” ujar Didiek dalam keterangannya.
Penelitian Didiek menggunakan pendekatan Vector Error Correction Model (VECM). Pendekatan tersebut menganalisis bagaimana faktor-faktor operasional seperti kepuasan pelanggan, ukuran perusahaan, pemanfaatan infrastruktur, ketepatan waktu, serta aspek keselamatan dan keamanan, berpengaruh terhadap kinerja keuangan KAI.
Baca juga : Komisi VI Dorong Danantara Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
Temuan utama menunjukkan, manajemen layanan memiliki hubungan kausalitas jangka panjang dengan kinerja keuangan. Sementara dalam jangka pendek, ukuran perusahaan dan manajemen layanan memiliki pengaruh satu arah terhadap profitabilitas.
Artinya, strategi peningkatan kualitas layanan tidak hanya berdampak pada kepuasan pelanggan, tetapi juga memainkan peran kunci dalam mendongkrak performa keuangan secara berkelanjutan.
"Manajemen layanan yang unggul tidak hanya meningkatkan kepuasan pelanggan, tetapi juga memperkuat posisi keuangan perusahaan secara berkelanjutan,” jelas Didiek, yang merupakan doktor ke-214 yang diluluskan oleh Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS.
Memimpin Di Tengah Tantangan Besar
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan apresiasi atas capaian akademik Didiek, yang sejalan dengan semangat transformasi KAI.
Baca juga : Seskemenkop Optimistis Kopdes Merah Putih Percontohan Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa
Menurutnya, Didiek tidak hanya memimpin KAI melalui tantangan besar - termasuk pada masa pandemi -, tetapi juga memberikan teladan kepemimpinan berbasis pengetahuan dan riset.
"Disertasi beliau mempertegas bahwa keputusan strategis perusahaan harus berdiri di atas fondasi data, analisis, dan keberpihakan pada pelayanan publik,” ujar Anne.
Pandemi memang menjadi tekanan besar bagi sektor transportasi. Penurunan volume penumpang, tantangan operasional, hingga ketidakpastian global, turut menguji ketahanan KAI.
Namun justru dalam tekanan itu, KAI melahirkan berbagai kebijakan yang lebih tangguh dan responsif.
Baca juga : ESG di Tambang Pulau Obi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Halmahera
Anne menuturkan, riset Didiek menjadi pijakan ilmiah yang memperkuat arah transformasi KAI, menuju model bisnis yang adaptif dan berbasis keberlanjutan.
KAI terus memperkuat layanan berbasis umpan balik pelanggan. Antara lain, dengan menghadirkan water station di sejumlah stasiun untuk menekan penggunaan plastik sekali pakai, sebagai bentuk nyata keberpihakan pada isu lingkungan.
“Banyak perbaikan yang kami lakukan hari ini, lahir dari apa yang disampaikan langsung oleh pelanggan,” pungkas Anne.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.