BREAKING NEWS
 

15 Ribu Kopdes Beroperasi Bulan Ini

Zulhas: Semua Aturan Dan Model Bisnisnya Sudah Ada

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Kamis, 21 Agustus 2025 07:00 WIB
Menteri Koordinator (Men­ko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mempercepat penyelesaian aturan pendukung agar 15 ribu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kopkel) Merah Putih dapat beroperasi Agustus ini.

Menteri Koordinator (Men­ko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, sejumlah regulasi sudah tuntas, termasuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK), Peraturan Menteri Desa (Permendes), hingga model bisnis.

“Seluruh aturan, termasuk aturan turunannya hari ini sele­sai. Model bisnisnya juga sudah selesai,” kata Zulhas-sapaan Zulkifli Hasan di Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Menurut Zulhas, Kementerian Ketenagakerjaan telah menyiapkan sistem dan pelatihan bagi calon pengelola Kopdes/Kopkel. Sementara, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menyiapkan aturan teknis terkait penugasan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Baca juga : Warga Jakarta Diimbau Naik Transportasi Publik

Tenaga kerja Kopdes/Kopkel akan diambil dari warga setem­pat yang diangkat sebagai PPPK daerah, dengan alokasi 2-3 orang di tiap desa atau kecamatan.

“Jadi, seluruh persiapan juga dilakukan dengan maraton,” ujarnya.

Adsense

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, langkah ini menjadi bagian dari target operasional 15 ribu Kopdes/Kopkel dari total 80 ribu koperasi yang disiapkan Pemerintah.

“Kami sudah membuat agen­da agar bulan ini bisa selesai. Kurang lebh 15 ribu (koperasi) yang sudah bisa melakukan operasional,” kata dia.

Baca juga : Kejar Target 82,9 Juta Penerima Manfaat, MBG Disiapkan Rp 335 Triliun

Menurutnya, kehadiran Kop­des/Kopkel penting sebagai infrastruktur Pemerintah untuk menyalurkan bantuan, operasi pasar, memotong rantai pasok, sekaligus menghilangkan praktik tengkulak dan rentenir di desa.

Kopdes/Kopkel juga akan berperan sebagai penyangga hasil pertanian seperti gabah dan jagung.

Ekonom Institute for Develop­ment of Economic and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai, keberadaan gudang dan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) dalam Kopdes bisa mem­perkuat sektor pertanian dan perikanan.

“Sebagian besar wilayah pedesaan atau pesisir memang bergerak di sektor pertanian atau perikanan, sehingga konteksnya cocok dengan adanya gudang atau cold storage,” ujarnya.

Baca juga : Rp 200 M Bansos Dikorupsi

Namun, Eko mengingatkan, pengelolaannya harus dilaku­kan secara profesional. “Model pengelolaannya dipastikan berkelanjutan,” katanya. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense