Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Mau Bahas Pokok-Pokok Haluan Negara
MPR Tak Akan Utak-atik Masa Jabatan Presiden
Rabu, 20 Agustus 2025 08:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua MPR Ahmad Muzani menegaskan, Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) siap dibahas kembali. Terkait kekhawatiran publik bakal ada perubahan masa jabatan presiden lewat pembahasan PPHN, Muzani memastikan itu hanya rumor. MPR tak akan utak-atik masa jabatan presiden.
“Enggak ada sama sekali. Itu asli mengada-ada,” tegas Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/8/2025).
Diketahui, belakangan ini ramai lagi isu bahwa PPHN bisa jadi pintu masuk memperpanjang masa jabatan Presiden. Namun, Muzani membantahnya. Menurutnya, MPR tidak pernah punya niat apalagi wacana memperpanjang masa jabatan Kepala Negara.
Baca juga : Syukuran Bebas Dari Penjara, Hasto Lari 8 Km
“Jangan mengembangkan sesuatu yang dalam pikiran kami saja enggak terpikir sama sekali,” cetus politisi Gerindra ini.
Ia menjelaskan fokus MPR saat ini adalah membahas PPHN dalam kerangka menjaga kesinambungan pembangunan nasional. Bukan membuka ruang untuk isu yang tidak relevan.
“Nggak ada pembahasan (perpanjangan masa jabatan Presiden jadi delapan tahun), nggak ada pemikiran. Di MPR nggak ada pandangan, nggak ada pemikiran, nggak ada sama sekali,” tegasnya.
Baca juga : Menuju Pemilu 2029, Demokrat Terus Panaskan Mesin
Sebelumnya, Muzani sudah menyampaikan di Sidang Tahunan MPR (15/8/2025), bahwa rumusan awal PPHN sudah rampung. Rumusan ini hasil kerja Badan Pengkajian MPR bersama Komisi Kajian Ketatanegaraan. Tapi, rumusan masih butuh dilengkapi dan dibahas lagi.
“Makanya kami minta semua elemen bangsa kasih masukan. Akademisi, tokoh masyarakat, ormas, semua boleh. Supaya PPHN ini benar-benar kuat,” ucapnya.
Bantahan juga datang dari Wakil Ketua DPR Adies Kadir. Politisi Golkar itu menegaskan isu perpanjangan masa jabatan Presiden itu hanya bola liar. “Jangan berandai-andai,” kata politisi Golkar itu.
Baca juga : Hanura Lampung Buka Penjaringan Calon Ketua
Adies lalu mengingatkan, agar kabar yang tak jelas asal-usulnya ini tidak dibesarkan. “Waduh jangan begitu, kasihan Pak Presiden. Beliau sibuk kerja,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya