BREAKING NEWS
 

Dongkrak Ketahanan Energi Nasional

Pertamina Pakai Teknologi Pipa Migas Buatan Pindad

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Kamis, 21 Agustus 2025 07:05 WIB
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri (kedua kanan) bersama jajaran direksi, dan perwakilan PT Pindad meluncurkan teknologi ultrasonik inspeksi pipa migas pertama di Indonesia, ILI UT (In-Line Inspection Intelligence Pigging Ultrasonic Tool), di Warehouse Elnusa Fabrikasi Konstruksi (EFK) Merak, Banten, Selasa (19/8/2025). (Dok. Pertamina)

 Sebelumnya 
Direktur Utama Pindad Sigit P Santosa menilai, kolaborasi ini sebagai pencapaian penting yang memperlihatkan keberhasilan sinergi BUMN (Badan Usaha Milik Negara) menciptakan produk kelas dunia.

“Kerja sama ini adalah mile­stone penting yang membuktikan sinergi BUMN tidak hanya berhenti di MoU, tapi nyata menghasilkan produk,” tegasnya.

Sigit mengatakan, Pindad berkomitmen mendukung Per­tamina dan Elnusa, anak usaha Pertamina, untuk mandiri dari teknologi asing. Dengan harapan, kolaborasi ini berlanjut meng­hasilkan lebih banyak inovasi, tidak berhenti di satu produk saja.

Baca juga : Zulhas: Semua Aturan Dan Model Bisnisnya Sudah Ada

“Sinergi ini bukti nyata per­juangan bersama untuk ketahanan energi dan pertahanan nasional,” ucapnya.

Dukungan juga datang dari Direktur Utama Elnusa Bahtiar Soeria Atmadja. Dia menekankan arti penting inovasi ini bagi kemandirian bangsa. Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam kemandirian teknologi migas Indonesia.

Bahtiar menggarisbawahi, inovasi tersebut mendukung Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Baca juga : Warga Jakarta Diimbau Naik Transportasi Publik

“Termasuk menunjukkan ko­laborasi strategis antara industri, Pemerintah dan anak bangsa,” kata Bahtiar.

Melalui inovasi ini, Pertamina Group berkomitmen terus mengembangkan teknologi dalam negeri demi menuju kemandirian energi dan meningkatkan kepercayaan global pada kemampuan rekayasa Indonesia.

Kehadiran ILI UT menjadi sejarah baru. Sebab, produk ini sepenuhnya dirancang dan diwu­judkan melalui kerja sama BUMN di sektor energi dan pertahanan.

Baca juga : Kejar Target 82,9 Juta Penerima Manfaat, MBG Disiapkan Rp 335 Triliun

Teknologi tersebut tidak hanya mengurangi ketergantungan pada produk impor, tetapi juga mampu mendeteksi cacat internal maupun eksternal pada pipa migas dengan presisi berkat sensor ultrasoniknya. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense