Sebelumnya
Namun, Fakhrul mengingatkan agar semua pihak tidak senang dulu. Sebab, ada satu bom waktu yang bisa meledak, yakni soal pangan. Menurutnya, fluktuasi harga pangan bisa bikin inflasi mendadak liar. Apalagi menjelang program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang November nanti bakal ngibrit ke 32 ribu dapur.
“Kalau rantai pasok nggak rapi, siap-siap inflasi pangan bisa jadi monster baru. Persediaan beras, ayam, sayuran harus aman. Kalau nggak, ekonomi bisa digebukin dari dapur rakyat,” ingat Fakhrul.
Di lantai bursa, pemangkasan bunga disambut positif. IHSG pada Rabu (20/8/2025) ditutup menguat seiring pelaku pasar merespons positif penurunan suku bunga acuan BI.
Baca juga : Rapat Malam-malam Di Hambalang, Prabowo Sikat Tambang Ilegal
IHSG ditutup menguat 80,87 poin atau 1,03 persen ke posisi 7.943,82. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 11,72 poin atau 1,44 persen ke posisi 826,95.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.328.397 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 40,82 miliar lembar saham senilai Rp20,05 triliun. Sebanyak 428 saham naik, 230 saham menurun, dan 148 tidak bergerak nilainya. “Euforia masih berlanjut. Pasar lagi happy-happynya,” ujar Fakhrul.
Rupiah pun diperkirakan ikut menguat. Kuartal III-2025, mata uang Garuda bisa nendang balik ke Rp15.800 per dolar AS. Akhir tahun, bukan nggak mungkin tembus Rp15.500.
Baca juga : Buka Festival Pacu Jalur, Gibran Susuri Sungai Batang Kuantan
Menurut Fakhrul, penguatan itu bakal ditopang oleh realokasi cadangan devisa negara-negara surplus Asia dari US Treasury ke obligasi mitra dagang mereka, termasuk Indonesia.
Meski outlook-nya kelihatan manis, Fakhrul kasih catatan kaki. Ada risiko lain yang siap nongol: lonjakan yen Jepang, geopolitik yang bisa meletup kapan aja, sampai transmisi moneter ke sektor perbankan yang sering tersendat.
“Intinya, BI udah kasih bensin. Pertanyaannya, mesin ekonomi mau ngebut, jalan santai, atau malah mogok di tengah jalan,” tutupnya. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.