BREAKING NEWS
 

Pangkas Suku Bunga Lagi, Keputusan BI Disambut Positif

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : SISWANTO
Kamis, 21 Agustus 2025 08:10 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (tengah atas) dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan Agustus 2025 di Jakarta, Rabu (20/8/2025). (Foto: Dok. BI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) pangkas suku bunga lagi di tengah dunia yang lagi puyeng gara-gara tarif resiprokal Amerika Serikat (AS). Pemangkasan suku bunga ini membuat pasar saham laris dan IHSG menyala hijau. Rupiah yang selama ini, ngos-ngosan, diramal bisa tembus Rp 15.800.

Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 19–20 Agustus 2025, BI menurunkan BI-Rate 25 basis poin jadi 5 persen, bunga Deposit Facility jadi 4,25 persen, dan Lending Facility ke 5,75 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo pasang wajah optimis. Katanya, pemangkasan ini konsisten sama inflasi yang tetap jinak. “Inflasi kita aman di kisaran 2,5 plus minus 1 persen. Rupiah juga masih stabil. Jadi, ruang longgar moneter masih terbuka lebar,” ujarnya dalam konferensi pers, kemarin.

Baca juga : Rapat Malam-malam Di Hambalang, Prabowo Sikat Tambang Ilegal

Bukan cuma bunga yang dipangkas, Perry juga ngumumin paket kebijakan biar ekonomi nggak megap-megap. Mulai dari makroprudensial yang dilonggarkan, kredit dipacu, suku bunga perbankan didorong turun, sampai likuiditas ditambah. Bahkan sistem pembayaran digital juga digenjot biar duit rakyat muter lebih kenceng.

“Tujuannya sederhana, pertumbuhan ekonomi harus sesuai kapasitas nasional,” tegas Perry.

Namun, Perry tetap memberikan sejumlah catatan. Kata dia, masih ada tantangan global yang harus diantisipasi, yakni tarif impor yang diberlakukan AS ke banyak negara. Tarif impor AS ini akan membuat pasar keuangan bergejolak.

Baca juga : Buka Festival Pacu Jalur, Gibran Susuri Sungai Batang Kuantan

Diketahui, sejak 7 Agustus, negara yang kena getok tarif AS naik dari 44 jadi 70. India dan Swiss bahkan kena tarif lebih tinggi dari janji awal.

“Inilah yang membawa suatu ketidakpastian pasar keuangan global jangka pendek yang harus tetap kita waspadai dan respons,” katanya.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Fakhrul Fulvian menyambut baik keputusan BI. Kata dia, pemangkasan suku bunga sudah sesuai prediksi. “Kita masih lihat ruang pemangkasan 50 bps lagi sampai BI-Rate di 4,5 persen di akhir tahun,” katanya.

Adsense

Baca juga : Asal Tidak Bebani Rakyat, PKS Setuju Iuran BPJS Naik

Fakhrul yakin kondisi sektor keuangan dan nilai tukar sekarang masih kasih napas panjang buat BI. Apalagi The Fed juga diperkirakan bakal nurunin bunga 2–3 kali tahun ini. “Ini kasih keleluasaan moneter Indonesia buat gaspol,” tambahnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense