RM.id Rakyat Merdeka - Sejak 1969, PT Elnusa Tbk (Elnusa) menjadi salah satu garda depan energi Indonesia. Di tengah gempuran transisi energi dan tekanan global menuju ekonomi hijau, anak usaha Pertamina Hulu Energi (PHE) ini tetap konsisten menjaga denyut energi nasional.
Namun Elnusa tidak berhenti pada peran tradisionalnya. Perusahaan jasa energi terintegrasi ini menjelma menjadi pionir inovasi, pengusung keberlanjutan, sekaligus mitra strategis bangsa dalam membangun kemandirian energi.
“Perusahaan ini tak hanya bicara profit. Kami ingin hadir sebagai solusi total dalam layanan energi yang berdampak,” ujar Arief Prasetyo Handoyo, Direktur Pengembangan Usaha Elnusa, dalam Elnusa Journalistic Award 2025, Jumat (1/8).
Desa Energi, Cahaya dari Bojonegoro
Transformasi Elnusa terlihat nyata di Desa Sumengko, Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur. Dulu warga hanya mengandalkan genset. Begitu malam tiba, gelap menelan rumah-rumah sederhana. Kini wajah desa itu berubah. Panel surya terpasang di atap kantor desa, dapur umum, hingga jalan utama.
Malam hari, lampu tenaga surya menggantikan gulita. Siang hari, warga mengakses internet dari sistem berbasis Internet of Things (IoT) yang ditenagai matahari.
Desa ini dikenal sebagai Elnusa Sumengko Berdikari Energy Village. “Program ini bukan CSR seremonial. Ini proyek nyata dengan pendekatan multi-dimensi: ekonomi, lingkungan, dan sosial,” kata Arief.
Baca juga : Nikel Hijau dari Pulau Obi: Menambang Cuan, Menjaga Alam
Perubahan terasa di dapur-dapur rumah warga. Biaya listrik lebih hemat, usaha kecil pun bermunculan. Sebagian warga memproduksi herbal “Cenayu” berbahan jahe, kunyit, dan kencur dari kebun binaan. Dalam setahun, program ini mampu mengurangi lebih dari 1.700 ton setara CO₂.
Cerita serupa berulang di berbagai titik lain. Elnusa menghadirkan distribusi avtur ramah lingkungan di Bandara Lampung dengan ASPAV bertenaga surya. Di depo-depo bahan bakar, konversi energi berjalan dari solar ke biodiesel B35.
ESG Jadi Identitas
“Keberlanjutan bukan proyek, tapi sistem kerja,” ujar Direktur SDM dan Umum Elnusa Hera Handayani, Jumat (1/8).
Hera menekankan bahwa prinsip Environmental, Social, Governance (ESG) sudah menjadi identitas Elnusa. Dampaknya terukur. Produktivitas karyawan naik 3 persen, EBITDA per karyawan melonjak 12 persen, dan pendapatan bersih per orang tumbuh 37 persen. “Kami percaya, manusia adalah aset paling strategis,” tegas Hera.
Elnusa juga membangun Elnusa Leaders Development Program untuk menyiapkan generasi pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara teknis, tapi juga kolaboratif, berempati sosial, dan peka lingkungan.
Inovasi Teknologi, Menyongsong Energi Bersih
Transformasi Elnusa kian nyata di sisi teknologi. Mereka memperkenalkan AWP@, solusi digital untuk mengoptimalkan produksi sumur. Ada pula teknologi pelarut migas rendah jejak karbon, Ecolift sebagai pompa hidraulik ramah lingkungan, hingga sistem inline inspection untuk memantau kondisi pipa migas.
Baca juga : Kelola Bank Sampah, Pertamina Hulu Energi ONWJ Raih Anugerah Jakarta Utara
Tak berhenti di situ, Elnusa tengah menyiapkan ekosistem kendaraan listrik dan teknologi Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS). Keduanya menjadi bagian penting peta jalan energi bersih Indonesia.
“Masa depan energi akan ditentukan oleh keberanian berinovasi hari ini,” ujar Arief.
PERTASTREAM: Kebanggaan Anak Bangsa
Tahun 2025, Elnusa mencetak tonggak baru. Bersama PT Pertamina (Persero) dan PT Pindad, mereka meluncurkan PERTASTREAM, alat inspeksi pipa berbasis ultrasonik pertama yang sepenuhnya dikembangkan di Indonesia. Acara peluncuran berlangsung di fasilitas PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi (EFK) Merak, Banten.
Bukan sekadar peresmian, momen itu menjadi simbol kemandirian energi nasional. PERTASTREAM adalah In-Line Inspection Intelligence Pigging Ultrasonic (ILI UT) untuk memeriksa kondisi internal pipa migas. Dengan akurasi hingga 90 persen pada kecepatan 0,1–1 meter per detik, alat ini mampu mendeteksi korosi, retakan, deformasi, hingga stress corrosion cracking. Indonesia memiliki jaringan pipa migas lebih dari 21.000 kilometer.
Melalui PERTASTREAM, potensi revenue dari inspeksi dan pemeliharaan jaringan pipa dapat dioptimalkan dengan biaya yang lebih efisien dan kompetitif. Dibanding metode konvensional Magnetic Flux Leakage (MFL), teknologi ini lebih ringan, efisien, dan kompatibel dengan mechanical de-coking. Keunggulan itu memperkuat program Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Pengembangan PERTASTREAM adalah sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Elnusa melalui EFK menangani desain dan pengujian. Pertamina mendukung riset dan integrasi teknologi. Pindad berkontribusi dalam produksi komponen mekanis berpresisi tinggi.
Baca juga : Schneider Electric Dukung Efisiensi Energi dan Keberlanjutan Industri
“PERTASTREAM bukan hanya solusi teknis, tetapi simbol kemandirian kolaborasi dalam membangun masa depan energi Indonesia yang berkelanjutan. Hal ini juga menandai peluncuran resmi In-Line Inspection (ILI) Tool pertama yang sepenuhnya dikembangkan di Indonesia,” tegas Direktur Utama Elnusa Bachtiar Soeria Atmadja dalam keterangan tertulis, Selasa (19/8).
Bachtiar melanjutkan, kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya sinergi dalam mempercepat implementasi rencana kerja Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang kedua. "Yaitu memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi.”
Merawat Negeri, Menyongsong Masa Depan
Dalam laporan keuangan 2024, Elnusa mencatat pendapatan Rp 13 triliun dan EBITDA Rp 826 miliar. Namun angka hanyalah permukaan dari kisah besar yang tengah dibangun: bagaimana perusahaan energi bisa tetap untung, tetap tumbuh, dan sekaligus menekan jejak karbon.
Di balik angka, narasi keberpihakan Elnusa terasa nyata. Pada desa-desa yang belum terang, pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang butuh panggung, pada karyawan yang ingin berkembang, dan tentu pada bumi yang semakin sesak polusi.
Sinergi bersama Pertamina dan Pindad lewat PERTASTREAM meneguhkan satu pesan: kemandirian energi bukan mimpi, melainkan kenyataan yang bisa dicapai lewat inovasi anak bangsa. Elnusa pun menegaskan diri sebagai perusahaan yang tidak hanya menyulut energi, tetapi juga merawat negeri, demi masa depan Indonesia yang lebih berdaulat, hijau, dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.