BREAKING NEWS
 

Petani Madu Jambi Raup Untung Lewat Program Desa Binaan PT WKS

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 27 Agustus 2025 12:00 WIB
Foto: Pertamina

RM.id  Rakyat Merdeka - Usaha budidaya lebah madu di Desa Danau Lamo, Distrik VII PT Wirakarya Sakti (WKS), Kabupaten Muaro Jambi, terus berkembang berkat dukungan program Desa Makmur Peduli Alam (DMPA) yang dijalankan perusahaan unit usaha APP Group tersebut.

Program ini bertujuan memberdayakan masyarakat sekitar hutan melalui kegiatan produktif dan ramah lingkungan.

Ketua Kelompok Tani Berkah Abadi, Bustomi, mengungkapkan kelompoknya yang berdiri sejak lima tahun lalu kini menaungi sekitar 25 anggota. Mereka mengelola empat lokasi budidaya madu dengan memanfaatkan lahan kebun perusahaan di Distrik VII sebagai tempat penempatan kotak lebah.

Baca juga : Kurangi Macet Di TB Simatupang, Gubernur Pramono Pangkas Sebagian Trotoar

“Panen madu biasanya setiap 21 hari sekali, tergantung kondisi cuaca. Panen terakhir menghasilkan 262 kilogram madu dengan harga jual rata-rata Rp20 ribu per kilogram. Bahkan, produksi tertinggi kami pernah mencapai 1,7 ton,” jelas Bustomi.

Adsense

Produk madu dari kelompok tani ini dipasarkan ke berbagai daerah, mulai dari Jambi, Riau, Palembang, Medan, hingga Jawa. Menurut Bustomi, tantangan utama bukan pada pemasaran, melainkan fluktuasi harga yang ditentukan pembeli. Meski demikian, usaha ini terbukti menambah pendapatan signifikan bagi para petani.

Dukungan PT WKS menjadi kunci keberlangsungan program. Kepala Humas PT WKS, Taufik Qurochman, menjelaskan sejak awal perusahaan menyediakan lokasi, membantu penyediaan kotak lebah, serta mendukung akses transportasi.

Baca juga : Cetak Generasi Emas, Kao Indonesia Kembali Gelar Program Edukasi Anak KAO

“Awalnya di Danau Lamo hanya ada sekitar 150 kotak. Kini sudah berkembang mandiri hingga hampir ribuan kotak di beberapa lokasi. Kami juga pernah memfasilitasi pelatihan dengan membawa petani belajar ke kelompok madu yang lebih senior,” kata Taufik.

Program madu ini merupakan bagian dari DMPA yang dijalankan di desa-desa binaan PT WKS. Di Distrik VII terdapat 17 desa, dan empat di antaranya memiliki potensi besar untuk budidaya madu, terutama Desa Danau Lamo dan Desa Suka Maju.

Selain meningkatkan ekonomi masyarakat, budidaya madu juga berdampak positif bagi lingkungan. “Usaha ini ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan berbahaya. Sekaligus mencegah masyarakat membuka lahan atau merambah kawasan hutan,” tambah Taufik.

Baca juga : Firnando Ganinduto Puji Kinerja Himbara Dukung Program Strategis Pemerintah

Program madu binaan PT WKS di Desa Danau Lamo sudah berjalan sejak 2020, tepat di masa pandemi Covid-19, dan terus menunjukkan hasil menggembirakan. Warga berharap dukungan perusahaan berlanjut, baik dalam fasilitasi maupun penguatan pasar, agar usaha madu menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense