BREAKING NEWS
 

PGN Saka Perkuat Akses Pendidikan Dan Digitalisasi Sekolah Di Gresik

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 4 September 2025 14:04 WIB
Foto: PGN Saka

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Saka Energi Indonesia (PGN Saka), perusahaan hulu minyak dan gas bumi bagian dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Subholding Gas Pertamina, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kapasitas pemuda melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM) di sekitar Wilayah Kerja (WK) Pangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Pendidikan menjadi salah satu pilar utama PPM PGN Saka, sejalan dengan perannya dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM). Program difokuskan pada desa-desa di Ring 1 wilayah operasi, meliputi empat desa di Kecamatan Ujungpangkah (Pangkahwetan, Pangkahkulon, Banyuurip, dan Ngemboh) serta tiga desa di Kecamatan Manyar (Manyarejo, Manyarsidomukti, dan Manyarsidorukun).

Baca juga : Cegah Pelajar Ikut Demo, Astrid Dorong Pendidikan Moral Dan Agama Diperkuat

Salah satu program unggulan adalah Peningkatan Keterampilan Pemuda Desa, yang memberikan pelatihan welding (pengelasan) dan administrasi perkantoran bagi sekitar 35 lulusan SMA setiap tahun. Seluruh peserta memperoleh sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sehingga meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja.

Adsense

“Program ini sangat bermanfaat bagi kami, karena diberikan ilmu sekaligus kesempatan praktik langsung. Kedisiplinan dalam pelatihan juga melatih kami untuk lebih siap menghadapi dunia kerja. Terima kasih PGN Saka atas program ini,” ujar Alvin Yuslam Martha, salah satu penerima manfaat.

Baca juga : BPKH Dukung Proses Penyidikan Kasus Kuota Haji di KPK

Selain itu, melalui program Saka Bakti Sekolah, PGN Saka mendukung 41 lembaga pendidikan dasar (TK, PAUD, Raudhatul Athfal, dan Kelompok Bermain) dengan modul pembelajaran serta media digital, termasuk penyediaan tablet berisi materi interaktif. Pada 2024, dukungan digitalisasi ini diperluas hingga 14 SMA sederajat di Ring 1, agar siswa dan guru semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Tak hanya sekolah formal, PGN Saka juga melaksanakan Saka Bakti Pesantren di 9 pondok pesantren. Program ini meliputi digitalisasi sistem pembelajaran, pengembangan kewirausahaan, serta pelatihan pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) sebagai media belajar. Dukungan diberikan berupa sarana praktik, peralatan usaha, pelatihan pembuatan konten, hingga pengelolaan website pesantren.

Baca juga : DPR Minta Kemenlu Usut Tuntas Penembakan Brutal Staf KBRI Di Peru

“Alhamdulillah, melalui pelatihan perkoperasian dari PGN Saka kami memperoleh ilmu yang sebelumnya belum pernah kami dapatkan. InsyaAllah, ilmu ini akan kami terapkan dan berdayakan di pondok kami,” ungkap Ni’mah, pengurus Pondok Pesantren Al-Muhajirin.

Melalui program-program tersebut, PGN Saka berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penguatan kapasitas pemuda, serta pemberdayaan lembaga pendidikan di sekitar wilayah operasi. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menciptakan masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing tinggi, sekaligus menyalurkan energi baik bagi negeri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense