RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto mengganti Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa. Pergantian bendahara negara secara mendadak ini, membuat pelaku pasar kaget.
Sri Mulyani merupakan salah satu dari lima menteri yang diganti Presiden Prabowo. Selain dia, ada Menko Politik dan Keamanan Budi Gunawan, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, dan Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo.
Pelantikan Purbaya sebagai Menteri Keuangan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/9/2025) sore. Purbaya mengenakan setelan jas hitam dengan dasi berwarna biru muda. Dalam pelantikan tersebut, Sri Mulyani tidak hadir.
Baca juga : Anggaran MBG Rp 1,2 T Per Hari
Pergantian ini membuat pasar terkejut. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 1,28 persen ke level 7.766,84. Padahal, pada pembukaan perdagangan, IHSG sempat menguat dan hampir menembus level 8.000.
IHSG mencatat volume perdagangan sebanyak 35,61 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 19,28 triliun. Sementara frekuensi saham yang diperdagangkan tercatat 2.191.561 kali. Sebanyak 232 saham menguat, 451 melemah, dan 121 stagnan.
Usai pelantikan, Purbaya memberikan keterangan kepada wartawan. Ia mengaku baru dikabari harus datang ke Istana pukul 13.00 WIB oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Baca juga : Dikabarkan Bakal Jadi Ketua NasDem Kepri, Walikota Batam Senang
Purbaya mengaku kaget ditunjuk menggantikan Sri Mulyani. Ia mengatakan pernah beberapa kali berdiskusi soal ekonomi dengan Prabowo, tapi tak pernah membahas posisi Menteri Keuangan.
Purbaya menyebut mendapat arahan dari Prabowo untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Menurutnya, ini sebuah tantangan. Namun, ia optimistis target tersebut dapat dicapai secara bertahap.
Menurutnya, kondisi ekonomi nasional akan membaik dalam waktu dekat. Apalagi, ia sudah mempelajari kelemahannya. “Jadi, itu enggak terlalu sulit memperbaikinya. Anda lihat nanti, mungkin dua-tiga bulan dari sekarang, Indonesia cerah kelihatan lagi,” ujar Purbaya.
Baca juga : Nih, 6 Catatan Pemilu Tambah Demokratis Dan Berkualitas
Ia menambahkan, pengalamannya sebagai ekonom lebih dari dua dekade menjadi modal menghadapi tantangan. Menurutnya, permintaan domestik yang besar tetap menjadi kekuatan utama Indonesia. “Optimis. Jadi masa depan kita akan cerah. Domestic demand kita kuat. Asal kita kendalikan dengan baik, kita bisa tumbuh dengan baik,” katanya.
Saat ditanya soal penurunan IHSG saat pelantikannya, ia menilai masih dalam batas normal. Ia yakin situasi bisa segera membaik dalam waktu satu hingga dua minggu. “Kalau IHSG anjlok, mungkin nggak tahu saya, tapi kan saya lama di pasar. Saya 15 tahun lebih di pasar. Jadi, saya tahu betul bagaimana memperbaiki ekonomi,” ucapnya.
Usai dilantik, Purbaya langsung mengunjungi kantor barunya di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Pada kesempatan itu, ia ditemani tiga Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu): Thomas Djiwandono, Suahasil Nazara, Anggito Abimanyu, serta jajaran eselon I Kemenkeu. Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani juga tidak terlihat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.